24 jam sehari (1)

Bapaku yang terhormat,

Hari ini aku mengirimkan surat protes kepada-Mu. Aku protes karena Bapa hanya menyediakan waktu 24 jam dalam sehari. Waktu–waktu itu terlalu singkat bagiku. Tidaklah cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan kewajibanku.

Bapa, perlu dicatat bahwa aku melakukan protes ini bukan hanya demi kepentinganku semata. Tetapi karena aku berpendapat bahwa jika ada beberapa jam lebih banyak dalam sehari, maka aku akhirnya benar-benar bisa mempunyai waktu yang cukup untuk berbincang-bincang dengan-Mu.

Setiap hari aku bangun pagi, mandi dan kemudian tergesa-gesa berangkat kerja jika tidak ingin terlambat dan kena macet. Terkadang aku bahkan tidak sempat untuk sarapan pagi. Lalu kapan aku dapat berdoa dan membaca firman-Mu? Jadi jangan salahkan aku jika aku menyelipkan waktu untuk berbincang-bincang dengan-Mu ketika aku sedang mandi atau pun berdandan. Jangan salahkan aku juga jika aku menyelipkan waktu untuk berbincang-bincang dengan-Mu ketika aku sedang berkendara menuju kantor (jika aku sedang tidak membaca koran pagi).

Kemudian di kantor, kapankah aku sempat berdoa kepada-Mu? Pekerjaanku terlalu menyita waktu dan pikiranku.

Coba seandainya aku mempunyai waktu lebih lama, maka aku tidak akan terlalu terburu-buru pekerjaan yang harus diselesaikan dalam sehari. Bahkan aku dapat meluangkan waktu untuk berdoa kepada-Mu di siang hari saat istirahat makan siang (selain berterima kasih atas makan siangku hari ini).

Lalu malam hari ketika aku pulang dan tiba di rumah. Jalan pulang yang macet dan jauh telah menghabiskan waktuku. Aku hanya sempat makan malam, mandi dan menonton TV sejenak sebelum akhirnya aku tidur. Selain itu Aku sudah terlalu ngantuk ketika naik ke ranjang, jadi jangan salahkan aku jika aku mengucapkan doa hanya ketika iklan TV. Belum lagi jika, aku diajak untuk jalan-jalan sepulang kerja oleh teman kantor. Aku sudah terlalu lelah untuk berdoa ketika sampai di rumah, karena itu jangan salahkan aku jika aku hanya dapat mengucapkan doa singkat selamat malam kepada-Mu.

Karena itu, Tuhan aku merasa bahwa 24 jam sehari tidaklah cukup. Seandainya Engkau menambah waktu 3 jam saja, itu sudah lebih dari cukup untukku. Dalam 3 jam itu, aku dapat berdoa kepada-Mu lebih lama. Aku dapat meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan firman-Mu. Aku dapat beristirahat lebih banyak sehingga tidak selalu merasa lelah.

Terima kasih,

Anak-Mu

bersambung …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s