24 jam sehari (2)

Anak-Ku,

Aku sudah membaca dan menerima surat protes-Mu. Maafkan Aku jika tidak dapat memenuhi permintaanmu. Anak-Ku, Aku sangat menghargai sekali karena setiap kali engkau selalu ingat untuk bercakap-cakap dengan-Ku sejenak.

Setiap pagi, Aku selalu membangunkanmu ketika jam bekermu berbunyi, tetapi engkau selalu saja tidak mendengarnya. Anak-Ku, engkau selalu saja bangun setengah jam bahkan satu jam lebih lama dari ketika jam wekermu berbunyi. Karena itu, engkau selalu saja harus tergesa-gesa mandi dan berdandan agar tidak terlambat.

Seandainya saja, engkau segera bangun ketika jam berbunyi, Aku yakin engkau tidak akan lagi harus tergesa-gesa setiap pagi. Bahkan engkau pasti mempunyai waktu yang cukup untuk berbicara dengan-Ku sejenak, tidak hanya ketika engkau sedang berdandan atau mandi.

Aku juga sangat senang sekali karena engkau tidak pernah lupa untuk bersyukur atas makan siangmu yang engkau santap setiap hari.

Aku memahami bahwa engkau adalah seorang yang sibuk dan sangat bertanggung jawab sekali dengan pekerjaanmu. Tetapi anak-Ku, hati-Ku selalu bertanya. Engkau selalu mampu untuk menyediakan lima menit bahkan sampai satu jam untuk pertemuan-pertemuan bisnis tak terduga. Engkau mempunyai waktu untuk membalas email dari teman-temanmu. Engkau juga mempunyai waktu untuk membaca setiap berita di internet. Mengapakah, engkau tidak dapat menyediakan waktu semenit saja untuk bercakap-cakap dengan-Ku sejenak di kantor selain ketika makan siang?

Ketika malam tiba, Aku senang dengan percakapan-percakapan singkat kita ketika iklan TV. Hanya saja, anak-Ku, percakapan-percakapan itu terlalu singkat bahkan terputus ketika iklan habis dan perhatianmu teralih kembali. Anak-Ku, Aku tidak bermaksud melarangmu menonton TV.

Engkau perlu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiranmu setelah seharian bekerja. Tetapi Aku sungguh merasa sedih jika engkau kerap kali menonton hingga lewat tengah malam bahkan tertidur ketika menonton TV.

Anak-Ku, aku tidak dapat memberimu 3 jam tambahan waktu dalam sehari-hari. Akan semakin banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan dalam 3 jam tersebut. Akan ada lebih banyak lagi kegiatan yang kamu lakukan dengan teman-temanmu. Dan akan lebih banyak lagi acara TV yang kamu tonton. Tidak anakku, engkau sudah cukup lelah dengan 24 jam dalam sehari, karena itu aku tidak dapat menambahkan 3 jam dalam harimu.

Satu hal yang perlu engkau ingat, anak-Ku. Aku Bapamu, akan selalu siap untuk berbincang-bincang denganmu setiap saat. Aku selalu menunggumu sampai engkau mempunyai waktu untuk-Ku. Aku juga tidak akan pernah melupakanmu. Ingatlah selalu untuk datang kepada-Ku ketika engkau dalam kesulitan.

Tertanda,

Bapamu

(tamat) …previous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s