Saya Pelayan Tuhan (SPT)

Jumat kemarin aku mengikuti retret Saya Pelayan Tuhan 2 dari GBI Mawar Sharon. Retret ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Bless Indonesia Partnership (BIP). Dan retret sangat istimewa, dengan sedikit ala militer, dibawah pimpinan komandan Petrus dan Kaleb (yang tampang gahar tapi hati rinto semua). Walaupun capek dan sering telat makan, tapi sungguh mujizat Tuhan, tidak ada satupun yang jatuh sakit.

Moto retret:

1. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan;

2. Bukan benar atau salah tetapi respons;

3. Perubahan bukan perubahan sampai terjadi suatu perubahan;

dan juga moto pelayanan: “Pelayanan bukan beban tetapi kehormatan“.

Aku benar-benar belajar banyak dari retret ini, bagaimana pelayan Tuhan seharusnya. Satu hal yang paling melekat adalah berapa banyak yang mau aku korbankan untuk Tuhan. Selama ini aku melayani asalkan :

1. tidak mengganggu jadwalku untuk beristirahat.

2. tidak mengganggu keuangan dan tabunganku.

3. tidak harus sering-sering ada perkumpulan dan berdoa bersama

4. tidak harus pergi-pergi.

Apakah aku melayani untuk mendapatkan status duniawi saja supaya dipandang sebagai pelayan Tuhan oleh orang lain? Sejak kapan pelayan-Mu menjadi pelayanan duniawi.

Tuhan, maafkan aku karena aku memberi dalam kelebihanku dan bukan kekuranganku. (Dari uang gaji, setelah dipotong dengan perpulahan, uang habis untuk makan dan bensin dan buku. akhirnya aku cuma bisa memberi untuk pembangunan gereja 50rb. Itu contoh uangnya. Lalu aku melayani karena aku punya terlalu banyak waktu luang di hari minggu)

Lalu aku juga belajar, bahwa ternyata selama ini aku sudah sangat cuek dengan orang-orang disekelilingku. Aku tidak pernah bertanya bagaimana keadaan mereka. Aku selalu berpikir bahwa jika seseorang butuh maka dia pasti akan menceritakannya; selebihnya adalah urusan pribadi orang itu. Aku lupa hampir setiap orang (termasuk aku juga) lebih suka menutupi daripada terlihat lemah. Sapaan dan perhatian yang tulus itu yang dibutuhkan mereka semua.

Hal lain yang aku belajar adalah menjadi pelayan Tuhan harus rendah hati dan patuh. Aku untuk patuh kepada sesuatu yang kelihatan saja susah (komandan yang “galak”), bagaimana aku patuh pada Tuhan dan firman-Nya? Rendah hati apa itu? Ternyata selama ini aku sombong (punya mobil, rumah, status). Apalagi ketika retret, siapa yang tidak kesel jika dibentak dan diatur oleh orang yang lebih muda. Dan aku bohong jika aku katakan bahwa tidak kesal ketika menerima kritik. Oh Tuhan, aku benar-benar masih harus belajar banyak untuk menjadi pelayan-Mu.

Aku juga sadar bahwa ternyata Yesus adalah seorang guru yang luar biasa. Ia memberi teladan untuk saling melayani dengan mencuci kaki murid-murid-Nya ketika perjamuan makan terakhir. Di retret juga dilakukan mencuci kaki. Aku mencuci kaki kepala sekolah minggu. Waktu itu, mataku dibukakan, mengapa Petrus menolak. Tidak enak rasanya jika seseorang yang kita hormati merendahkan diri untuk mencuci kaki kita yang kotor. Tidak layak Dia melakukan hal itu. Tapi Yesus tetap melakukan itu, untuk memberi contoh pada kita semua. Yesus bukan seorang ‘OMDO” (Omong doank).

Akhirnya aku cuma mau bilang, siapakah aku ini sehingga Tuhan baik sama aku. Apa yang sudah aku lakukan untuk Dia selama ini tidak sebanding dengan apa yang sudah Dia berikan untukku. Tuhan ajar dan bimbing aku supaya aku lebih baik lagi.

Ini lagu kesukaan adikku, kalau aku suka banget sama lyricsnya.

“Who Am I”

Who am I, that the Lord of all the earth
Would care to know my name
Would care to feel my hurt
Who am I, that the Bright and Morning Star
Would choose to light the way
For my ever wandering heart

Not because of who I am
But because of what You’ve done
Not because of what I’ve done
But because of who You’re

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
A vapor in the wind
Still You hear me when I’m calling
Lord, You catch me when I’m falling
And You’ve told me who I am
I am Yours, I am Yours

Who Am I, that the eyes that see my sin
Would look on me with love and watch me rise again
Who Am I, that the voice that calmed the sea
Would call out through the rain
And calm the storm in me

I am Yours
Whom shall I fear
Whom shall I fear
‘Cause I am Yours
I am Yours

to be continued …

1 | 2 | 3

2 responses to “Saya Pelayan Tuhan (SPT)

  1. Terus semangat.

  2. dahsyat,luar biasa maju terus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s