Forgiveness

Jumat minggu lalu, aku mendapat giliran untuk menjadi pembicara pada persekutuan doa kantor. Kebetulan topik yang aku bawakan adalah pengampunan. Karena ditunjuk mendadak dan nyaris tanpa persiapan akhirnya kami mengadakan diskusi kelompok.

Ini beberapa pertanyaan yang didapat:

  1. orang cenderung untuk lebih mudah marah/menyakiti dengan orang-orang yang justru dekat dengannya (e.g keluarga)
  2. hanya segelintir orang (survey dari persekutuan doa yang anggotanya kira-kira 20 orang) yang justru lebih kasar pada orang lain daripada keluarga sendiri.
  3. apakah kata “memaafkan” yang keluar dari mulut itu sama artinya kita sudah melupakan semua perbuatannya. Forgiven not forgotten???

Dan ini beberapa kesimpulan yang aku buat:

  1. Menurutku bila kita sudah memaafkan dengan sungguh-sungguh kita pasti akan melupakan semua yang jelek-jelek yang pernah terjadi, atau minimal kita akan mengingatnya sebagai suatu kejadian yang biasa dan tidak ada sakit hati lagi. Ini pengalamanku sendiri. Dulu aku benci sekali pada nenekku, melihatnya tidak mau. Semua perbuatannya rasanya tidak akan pernah bisa dilupakan (bisa jadi satu cerita sinetron nih kalau masih ingat semua). Tapi ternyata setelah aku memaafkan nenekku, sudah lupa semua tuh apa saja yang diperbuatnya. Aku malah ingat sering main dikamar nenekku sampai berantakan.
  2. Aku juga termasuk kategori orang yang gampang marah pada orang-orang yang dideketku (keluarga terutama). Aku sendiri merasa heran. Mengapa kalau dengan orang lain aku lebih bisa mengontrol emosiku. Ternyata setelah dipikir mungkin karena bila dengan keluarga aku mempunyai ekspetasi yang lebih tinggi terhadap mereka. Aku berharap mereka dapat mengerti apa yang aku inginkan tanpa harus mengatakannya. Aku mau mereka memanjakanku, dll. Aku juga beranggapan justru karena mereka dekat denganku maka mereka akan memaafkanku segera jika ada pertengkaran, dll
  3. Pertengkaran, selisih, salah paham , dll hanya akan menghapus damai sejahtera Tuhan dalam hidup kita.
  4. memaafkan hanya dapat dimulai dari kasih. Setelah itu semua akan mengalir dengan mudah. Kasihilah dulu orang yang kita benci itu. Aku belajar itu dari kasus nenekku.
  5. Memaafkan dalam arti sesungguhnya itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Quote:

I can forgive, but I cannot forget is only another way of saying, I cannot forgive.
–Henry Ward Beecher

Beberapa ayat alkitab tentang pengampunan:

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Matius 6:14-15)

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus:”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudarku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali!” (Matius 18:20-21)

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Markus 11:25)

Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. (Lukas 6:37)

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. (Lukas 17:3)

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.(Kolose 3:13)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s