Lukas 6:41

Menurutku orang yang plinplan itu orang yang tidak dapat membuat keputusan dan selalu mengupdate keputusannya setiap saat. Kata-katanya susah untuk dipegang (siapa sih yang pernah berhasil memegang kata??). Pendiriannya dapat berubah dalam hitungan detik. Aku paling tidak suka dengan orang yang plin plan. Kesabaranku selalu ditest hingga batas terakhir bila berhadapan dengan orang yang plin plan.

Kemarin; aku kesal sekali dengan kasus plin-plan ini. Bisnis analis mengubah solusinya setiap kali diskusi, Jadi kami terpaksa membuat lagi dari awal apa yang sudah kami kira adalah solusi sebelumnya. Benar – benar menjengkelkan. Programmer manapun juga pasti kesal dengan hal ini. Code yang sudah susah-susah dibuat dan ditest harus dibuat ulang karena bisnis analis sudah mengganti solusinya. Padahal maksud kami berdiskusi adalah menanyakan beberapa hal dan untuk mengkonfirmasi hal-hal yang belum jelas. Ternyata bisnis analis justru mengganti solusinya. Tiga kali!!!! ARGH !!!! Benar-benar programmer nightmare.

Tapi setelah aku renungkan (tentu saja waktu kena macet dijalan. Itu waktu terbaik untuk berdoa dan merenung kalau kebetulan harus mengendarai mobil sendiri. Kalau disopiri ya balik ke default awal alias tidur di perjalanan daripada bete – MACETšŸ˜¦ ) ketika berurusan dengan Tuhan aku adalah pribadi yang plin plan.

Hari ini berjanji pada Tuhan akan bangun lebih pagi 10 menit supaya waktu doa pagi bisa lebih panjang, tapi ternyata ketika pagi tiba aku lebih suka untuk tidur kembali sambil berpura-pura tidak mendengar ada suara yang memanggil-manggil, “BANGUN!! Kan udah janji kemarin. OMDO aja ah.”

Hari ini berjanji tidak akan mengumpat atau keluar kosakata kebun binatang, eh waktu diserempet dijalan, binatang-binatang kembali berhamburan dari mulut. (padahal yang nyerempet orang-manusia, tapi kenapa yang dimaki anjing dan babi ???)

Hari ini berjanji tidak akan berdusta lagi, tapi waktu dicari di telpon, langsung minta sama mbak dirumah, “Tolong donk bilang aku belum pulang.”

Hari ini berjanji akan membaca alkitab tiap malam sebelum bobo. Ternyata sebelum bobo buat tugas kantor dulu, sudah ngantuk banget baru ingat baca alkitab. Boro-boro untuk merenungkan firman, bisa baca satu ayat saja sudah bagus, karena matanya sudah susah banget untuk dibuka.

Hari minggu berjanji untuk menemani adik gereja pagi ternyata lebih enakan tidur sampai siang.

dst ….. dst …

Jadi kesimpulannya aku plin plan juga dan aku baru sadar itu kemarin :((

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? (Lukas 6 : 41)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s