Saya Pelayan Tuhan (3)

Beberapa bulan setelah retret SPT-2 Mawar Sharon, Saya Pembawa Jiwa 2 juga sudah mulai dengan pembina adalah para peserta SPT-2 itu. Aku tidak ikut mendaftar menjadi Pembina karena rasanya aku sendiri masih harus banyak dibina untuk menjadi real Christian. Kehidupanku kembali ke aliran normal (kerja, keluarga dan sekolah minggu) – tidak ada lagi waktu 24 jam untuk Tuhan seperti masa SPT dulu.


Tantangan di aliran normal ini yang banyak sekali. Bagaimana menerapkan hal-hal yang didapat dari SPT ke dalam kehidupan sehari-hari itu merupakan hal yang susah. Kalau menurut istilah di tempat kerja sih, ternyata masih banyak bug dalam system (aku sendiri) ketika di-run di production (real life). Bug-bug yang sebelumnya ter-“sembunyi“ dalam test system yang terkontrol baik (SPT retret) kini baru kelihatan. Selama di real production environment ini aku berusaha memperbaiki bug-bug yang ada. Tapi seperti semua programmer tahu, mencari bug dan membenarkannya itu bukan hal mudah. Apalagi jika bug itu susah dicari dan ditemukan.

“Keterbukaan adalah awal dari pemulihan“ Terbuka pada Tuhan memang lebih mudah. Rasanya Tuhan lebih deket dan gampang untuk curhat. Lagipula, Tuhan sudah mengenal kita inside-out jadi kenapa mesti malu-malu lagi untuk cerita, curhat, atau ngaku dosa sama Tuhan. Tapi ngaku salah tanpa pertobatan juga sama aja bohong sih. Itu terbuka dengan Tuhan. Tapi bagaimana dengan tekad untuk lebih terbuka dengan manusia. Itu yang susah banget. Malu, gengsi dan jaim itu masih melekat. Apalagi aku adalah tipe orang yang susah akrab dengan orang (mungkin lebih pada pembatasan kolega dan sahabat seperti itulah – perlu waktu lama untuk bisa dekat dengan orang). Aku baru menyadari susahnya untuk menahan amarah. Bagaimana caranya untuk tidak menahan marah ketika aku disalahkan padahal aku benar. “Bukan benar atau salah, tetapi respons“ Moto itu benar-benar bukan omong kosong. Sangat susah untuk dilakukan, tetapi ketika dilakukan hasilnya sungguh luar biasa. Banyak pertengkaran dan perselisihan yang bisa dihindari karena ini. (tapi nyatanya aku masih banyak berselisih – kesimpulannya sih masih harus belajar banyak lagi.) Prinsip yang aku pakai kalau lagi kesal karena disalahkan adalah “Ada Tuhan yang akan membelaku, jadi buat apa aku repot-repot membela diri. Tuhan tahu siapa yang benar atau salah. Pertanggungjawabanku hanya pada Tuhan, Bos diatas semua BOS.“

Dan moto yang terakhir, “Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan“ Ini yang paling susah. Perasaan sudah mengaku jadi Kristen dan menurutku aku sudah berubah “lebih“ Kristen. Tapi ternyata masih sering aja tuh diejek, “kayak gini!! Ngakunya Kristen??“ Apalagi kalau lagi marah-marah karena tetangga bertingkah nyebelin atau jalanan macet, sudah pasti ejekan itu keluar. Padahal aku merasa bahwa aku sudah mencoba untuk lebih kontrol emosi, tapi jika orang lain bisa berkata seperti itu, ‚kan artinya aku masih marah-marah. Memang sih masih dalam konteks maen2 dan bercanda, tapi tetap saja terasa seperti teguran dari Tuhan. (Well, mungkin harus dibuat grafik tiap bulan : berapa kali marah dan berapa kali ditegur)

Masih banyak yang harus diperbaiki untuk menjadi real christian. Dan ternyata aku bukanlah pemimpin yang baik. Aku kurang peduli dengan orang-orang disekitarku – kebanyakan karena aku malu untuk bertanya, aku takut dianggap terlalu mau tahu urusan orang lain. Apa yang aku tahu tentang bawahanku adalah sebatas yang diketahui umum. Jalanku masih panjang untuk hal ini. Salah langkah, aku bisa menjadi pemimpin diktator L. Akhir kata, masih panjang perjalanan dan masih banyak hal yang harus dilatih untuk menjadi real christian. God please help me.

– the end –

1 | 2 | 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s