Lonely

Satu minggu terakhir ini aku benar-benar kesepian. Jauh dari keluarga dan teman-teman dekat. Terasing sendirian di negara yang beda waktunya dengan tanah air saja 6 jam lebih lambat, budaya yang benar-benar berbeda dengan tanah air, apalagi bahasanya juga tidak nyambung. Setiap hari yang aku lihat hanya sepetak ruangan. Selama jam kantor aku hanya melihat sepetak ruangan kantor. Dan setelah pulang kantor yang aku lihat hanyalah sepetak kamar hotel. Untuk berjalan-jalan keluar setelah pulang kantor juga sudah malas karena tidak kuat dengan udara musim dingin di malam hari. Apalagi hotel dan kantor letaknya saling berseberangan jadi aku tidak mempunyai kesempatan untuk berhubungan dengan banyak orang di angkutan umum. Jadi bisa dibilang aku nyaris tidak bersosialisasi selama satu minggu ini. Masih untung ada teman dan keluarga di tanah air yang rajin mengirim sms setiap hari (tipikal orang indonesia – jago kirim sms), jadi aku masih tidak terlalu merasa terasing.

Aku menulis ini bukan karena ingin mengeluh, sebaliknya aku justru bersyukur sekali pada Tuhan karena mendapat kesempatan ini. Jika ada kesempatan untuk pergi keluar lagi, aku dengan senang hati pasti akan menerimanya. Lagipula, aku tidak pernah benar-benar sendirian. Setidaknya aku memiliki Yesus yang selalu menemani dan mendampingiku hingga hari ini. Aku bisa mengajak Yesus untuk ’ngobrol’. Bersama-Nya aku tidak perlu menghitung beda waktu, tidak perlu khawatir dengan perbedaan bahasa. Aku juga bisa menceritakan apa saja kepada-Nya.

Berdua dengan Yesus saja, pikiranku selalu melayang pada orang-orang yang hidup sendirian (maksudku orang yang benar-benar tidak punya teman atau keluarga yang memperhatikan mereka). Bagaimana mereka mengisi waktunya setiap hari? Apa yang mereka rasakan setiap hari? Disamping itu dari beberapa orang yang aku kenal dan baca kebanyakan orang-orang yang hidup sendirian ini memang dijauhi oleh yang lain karena sifatnya kasar, pemarah atau menyebalkan. Aku tidak pernah mengerti apakah karena sifatnya yang tidak enak barulah orang-orang ini dijauhi oleh yang lain. Atau justru karena ia terlalu kesepian hingga sifatnya menjadi kasar dan pemarah.

Aku membayangkan jika aku tetap hidup dengan kondisi sekarang ini selama satu tahun (tanpa mempelajari bahasa dan budaya, tanpa berusaha mencari teman disini, tanpa pergi ke gereja), mungkin saja sikapku bisa berubah jadi menyebalkan juga. Aku pasti akan selalu berpandangan negatif; orang-orang itu pasti sedang membicarakan aku karena mereka bercakap-cakap dengan bahasa yang tidak kumengerti. Aku menjadi pemarah dan gampang tersinggung. Aku juga menjadi iri terhadap orang lain karena mereka mempunyai sesuatu yang aku tidak miliki yaitu keluarga atau orang-orang yang memperhatikan.

Karena sikapku berubah jadi menyebalkan (sekarang saja mungkin sudah menyebalkan bagi sebagian orang yang tidak menyukai aku; tidak mungkin menjadi orang yang disukai oleh setiap orang.). Aku juga pasti akan berlaku kasar terhadap orang lain. Dan karena mereka tidak mempedulikan aku, untuk apa aku mempedulikan orang lain juga. Akhirnya aku mendorong juga orang-orang yang memang peduli dengan aku walaupun tidak kenal. Karena semua itu aku akan semakin dijauhi orang lain dan hidup hanya dalam dua petak ruangan saja – kerja dan tempat tinggal. Bukan tidak mungkin jika aku menjadi depresi. Aku tidak bisa membayangkan lagi ada berapa banyak hal-hal yang lebih buruk lagi ketika orang depresi. Dan pada saat itulah iblis mudah untuk masuk (Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya 1 Petrus 5:8).

Padahal dari semua yang aku bayangkan itu, masalahnya hanya satu : KASIH. Dalam bayanganku itu, hanya KASIH yang kurang sehingga dapat mengubah perilaku dan karakterku. Seandainya saja ada satu orang saja yang memperhatikanku dan memberikan kasih padaku, maka aku kemungkinan aku akan berubah juga berkurang. Ternyata sungguh besar peranan kasih dalam hidup seseorang.

Aku mencatat ada beberapa hal yang bisa aku lakukan ketika aku sendirian dan terasing sehingga aku tetap tidak kehilangan kasih (tepatnya seperti sekarang ini). Juga ada beberapa hal lain lagi yang bisa aku lakukan untuk membuat hidupku lebih baik (christian life of course).

  1. Sebisa mungkin ucapkanlah terima kasih dengan tulus kepada setiap orang yang sudah membantu kita (pembantu, sopir, sopir bus, sopir taxi, pelayan toko, pelayan restoran, kasir, dan lain-lain), karena aku tidak pernah tahu apakah kapan orang lain sedang membutuhkan ’rasa untuk dihargai’. Jika aku juga kadang membutuhkan ucapan terima kasih, maka orang lain juga pasti sama.
  2. Cobalah untuk memahami mengapa orang bersikap kasar pada kita (misalnya pelayan toko yang bersifat kasar). Mungkin saja karena sifat atau perkataanku yang keterlaluan, atau mungkin saja orang lain sedang mengalami hari yang berat dalam hidupnya karena itu mereka bersifat kasar. Dengan begitu aku tidak perlu ikut emosi karena perlakuan orang lain.
  3. Jangan merasa rendah diri atau tidak pantas. Aku anak Tuhan karena itu aku istimewa. Jangan selalu menutup diri. Selain itu juga jangan takut untuk berbuat salah dalam melakukan sesuatu, ingat ’nobody perfect’. Lebih baik mencoba dan salah sehingga dapat diperbaiki daripada tidak pernah sama sekali.
  4. Berkaitan dengan nomor 3 diatas, cobalah untuk lebih terbuka dengan apa yang kita mau. Manusia diciptakan tidak dengan kemampuan untuk membaca pikiran. Jadi bagaimana mungkin orang lain bisa tahu apa yang aku inginkan kalau aku tidak mengatakannya. Banyak kekecewaan dan kesalahpahaman bisa dihindari kalau aku lebih terbuka. Sebenarnya sih ini salah satu materi Saya Pelayan Tuhan – Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.
  5. Cobalah untuk memperluas batasan keluarga. Keluarga tidak hanya terdiri dari orang-orang yang sedarah saja tapi bisa siapa saja yang tidak kita kenal. Dengan begitu akan lebih mudah untuk membantu atau memperlakukan orang lain seperti teladan Yesus.
  6. Usahakan untuk mengingat hari ulang tahun atau hari-hari istimewa lainnya dari orang-orang disekeliling (keluarga, teman, kolega, kenalan, dll). Aku senang jika ada orang yang ingat hari ulang tahunku tanpa aku harus memberitahukannya.
  7. Sebelum berbuat sesuatu misalnya marah, mengejek, memerintah, dll, coba pikirkan bagaimana jika aku yang diperlakukan seperti itu oleh orang lain. Jika aku dibentak atau diejek pasti tidak suka ’kan?
  8. Ini sedikit susah dengan banyaknya penipuan dan modus-modus lainnya. Usahakan untuk membantu setiap orang selalu – tanpa imbalan tentunya. Tapi untuk ini benar-benar sulit, apalagi dengan banyaknya modus penipuan berbasis menolong orang. Tapi untuk ini aku tetap percaya bahwa Tuhan Yesus pasti akan melindungi dan membimbingku.
  9. Dalam suatu kelompok, cobalah untuk mencari orang yang menyendiri dan kemudian jangan pernah menyerah atau putus asa untuk menjadi temannya. Aku paling benci menjadi orang baru dalam suatu kelompok (baik dalam pekerjaan maupun yang lain), rasanya tidak nyaman, terasing, dan tidak yakin dengan apa yang aku kerjakan. Jika ada yang membantuku agar aku diterima dan dapat beradaptasi dalam kelompok baruku, tentu aku senang sekali. Ini juga salah satu materi Saya Pelayan Tuhan – menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin harus tahu dan mengerti bawahannya.
  10. Senyum. Jangan berwajah murung dan diam. Bayangkan berdiri didepan cermin. Jika aku tersenyum, maka bayanganku ikut tersenyum (realitanya aku akan melihat dan menilai sekelilingku dalam sisi positif). Jika aku berwajah cemberut, maka bayanganku juga cemberut (realitanya aku akan melihat dan menilai sekelilingku dalam sisi negatif dan banyak berkeluh kesah).
  11. Perbanyak membaca, mendengar radio, menonton berita, atau lainnya. Semakin banyak yang aku pelajari dari membaca semakin banyak juga aku mempelajari budaya lain. Jadi kemungkinan aku mengucapkan / melakukan sesuatu yang menyinggung orang karena perbedaan budaya juga berkurang.
  12. Saat sendirian dan lonely, nyalakan tv atau dengarkan musik (Christian music is good if any). Sendirian bukan berarti aku terisolasi dari dunia luar. Aku bisa mengisi waktu dengan mendoakan orang-orang yang ada di berita. Lagipula dengan adanya suara TV / radio membantuku mengisi ruangan yang kosong.
  13. Ingatlah untuk mengirim pesan, email, sms, kartu ucapan pada orang-orang yang keluarga, kenalan, atau orang yang tidak kita kenal dekat. Untuk orang yang tidak kita kenal dekat atau teman yang tidak dekat, akan baik sekali jika aku bisa sering mengirim pesan, tetapi jika tidak bisa minimal setahun sekali. Aku senang kalau tiba-tiba mendapat pesan dari teman yang sudah lama tidak berhubungan, itu artinya aku masih diingat dan diperhatikan oleh orang lain. Jika ragu tentang mengirim pesan, yang paling umumnya adalah ketika tahun baru, ulang tahun, natal, paskah, lebaran, dll.
  14. Cari kegiatan / hobi untuk bisa mengisi waktu. Daripada waktuku habis untuk memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang negatif dan tidak berguna lebih baik aku melakukan sesuatu yang aku sukai dan lebih positif. Aku suka menulis, kristik dan membaca. Karena itu aku usahakan untuk tidak pernah kekurangan salah satu dari ketiganya itu.
  15. Sebelum berbuat sesuatu, cobalah untuk berpikir dengan konsep What Would Jesus Do. Itu susah untuk dilakukan, aku sering lupa, tapi benar-benar konsep yang bagus jika berhasil diterapkan.
  16. Doakan selalu orang-orang yang dekat dengan kita (keluarga, sahabat, dll). Ingat juga untuk selalu menunjukkan bahwa aku memperhatikan dan mengasihi mereka. Aku saja sering tidak sadar jika diperhatikan orang.
  17. Doakan selalu setiap orang yang berbuat kasar atau menyakiti kita. Ini bukan doa untuk meminta pembalasan dendam pada Tuhan. Tapi lebih sehat untuk mendoakan orang lain daripada mendendam. Dendam hanya merugikanku dan bahkan bisa merusak kesehatan loh.
  18. Jangan pernah putus asa untuk mengasihi orang lain. Memang ada saatnya rasanya semua yang aku lakukan sia-sia, orang lain tidak menghargai apa yang kita lakukan, aku tidak berharga, tapi masa-masa itu hanya sementara saja. Akan lebih menyesal lagi jika aku menyerah pada saat masa-masa ’down’ tersebut.
  19. Terakhir adalah pererat hubungan dengan Tuhan. Ia adalah sahabat, guru, gembala, dan segalanya bagi kita. Disadari atau tidak, semakin erat kita berhubungan dengan Tuhan dan memahami firman-Nya, kasih itu pasti mengalir dalam hidup kita dengan sendirinya.

Beberapa ayat alkitab:

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yohanes 13:34

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Matius 5:44

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Roma 12:17-18

“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3:18

“Tetapi jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun juga mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka.” Lukas 6:32

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Yohanes 15:13

“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” 1 Petrus 4:8

“Barang siapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.” 1 Yohanes 2:10

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13

“Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kolose 4:6

(Minggu, 9 Desember 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s