My Trip – Frankfurt (3)

Akhirnya weekend tiba. Ini hari yang sudah aku tunggu-tunggu karena ini adalah kesempatan untuk belanja oleh-oleh dan berburu barang titipan selama di Frankfurt. Lagipula weekend berarti aku bisa bangun sedikit lebih siang karena tidak harus bekerja dan ke kantor. Hari in T jg menitipkan barangnya ke kamarku karena dia akan check out dan keluar kota untuk menengok istri dan anak yang baru lahir. Aku sarapan dengan sedikit tidak bersemangat. Sudah 6 hari sarapan makanan yang sama. Ughhhh. Setelah sarapan langsung cabut naik shuttle ke airport karena menurut perkiraanku lebih mudah untuk naik kereta dari airport daripada dari Raunheim. Ternyata ada lagi sisi positif lainnya, naik kereta dari airport atau disebut juga Flughafen ke haupwache lebih murah daripada dari Raunheim.

Satu kritikanku untuk mesin tiket kereta di Frankfurt. Tidak userfriendly (ini aib untuk orang-orang di bidang IT🙂 ) apalagi untuk orang seperti aku yang tidak bisa berbahasa jerman. Aku bs memakainya hanya sampai memasukkan tujuan saja, setelah itu aku tidak tahu lagi tombol mana yang harus dipencet. Petunjuk bahasa inggrisnya kurang nih. Setelah muter2 setengah jam dan ngeliatin para pemakai tiket mesin lainnya – masih untung gak dilaporin security krn udah bener2 nguntit orang yang mau makai tiket mesin. Tapi untung akhirnya aku bs juga beli tiket. Intinya sih masukin aja tujuan trus tekan tombol yang paling atas. itu untuk sekali jalan.

Masalah lain adalah aku masih belum mengerti sistem kereta di Frankfurt. Naik jalur apa, dan turun dimana. Lagi panik dan mau belajar rute ketemu T lagi. Ternyata dia belum berangkat karena ditinggal rombongan. Jadi dia jg satu tujuan mau ke Haupwache. Ohhhh Thanks God, He never leave me….. Akhirnya barengan dia deh, jadi belajar dikit tentang kereta. Kalau mau tahu jurusan kereta, harus benar-benar diperhatikan tuh tulisan nomor kereta waktu kereta datang pertama kali. S8 dan S9 singgah di haupwache (ini yang aku apal. Disini ada Sban, autoban , dan lainnya alias lupa).

Di Haupwache pisah dari T krn dia ada urusan lain yaitu nengok istri dan anak. Jadi aku berkelana sendirian dengan modal nekat dan patokan ada Yesus yang menemaniku. Foto-foto latar dikit buat cerita di Jakarta nanti sambil berusaha inget-inget tempat2 yang pernah ditunjukin T waktu datang pertama dulu. Harus cari puzzle dan kaos bola tim Frankfurt. Puzzle titipan gak dapat, tapi aku dapat puzzle bola dunia yang bulat untuk keponakan. Untung kaos bola dapat karena ini titipan dari kakak. Tadinya mau beli Bayern M, tapi mahal banget, akhirnya beli yang tim lokal Frankfurt aja yang murahan. Trus aku jalan2 lagi ke christmas market belanja barang disini. Aku dapat Nutcracker juga yang tidak terlalu mahal (menurut D murah karena bukan handmade, kalau mahal itu karena hand made. Aku sih tidak peduli, kalau dipajang dilemari dari jauh kan gak ketahuan handmade atau bukan). Sekarang aku baru sadar kenapa K bisa muak dengan Christmas Market. Aku yang baru 3 kali saja sudah menganggap nothing special.

Jam 2an aku nemu McDonald dan makan siang disana. Disini aku mendapat pengalaman yang ‘sedikit’ tidak enak gara2 bahasa. Yang melayani mengerti sedikit Inggris tapi tidak mau memakai inggris, dan aku tidak mengerti jerman. Ketika dia bertanya minum apa yang aku mau: Coke, sprite, dll, aku tidak mengerti sampai dibantu oleh orang disebelahku. Nah anehnya yang melayaniku bisa marah2 dalam bahasa inggris kepadaku. Intinya sih dia bilang aku harus pake bahasa jerman karena dia gak ngerti bahasa inggris. Aneh, kalau memang bs marah2 dalam bahasa inggris harusnya bisa donk mengerti inggris. Akan lebih mudah kalau dia ngomong langsung pakai bahasa inggris. Rasanya ingin marah2 balik, mungkin karena adat timurku terlalu kuat jadi aku pendam saja. Mungkin saja aku cuma pelampiasan emosi karena dia sedang ada masalah. Jadi inget dengan firman Tuhan, berilah pipi kiri jika ditampar pipi kanan. Juga slogan SPT, “Bukan benar atau salah tetapi respons.”Aduh memang sulit itu, aku dalam posisi benar, apakah responsku sudah tepat dengan tidak marah2 balik dan berusaha untuk sedikit mendoakan dia?

Tapi setelah makan kenyang aku bs berburu hadiah lagi. Aku menemukan toko coklat yang agak mahalan untuk oleh2 orang rumah. Jg hadiah toko permen yang enak (D sering bawa kalau lagi datang ke JKT). Setelah selesai belanja, mau muter2 sudah malas karena bawaan sudah berat (pada dasarnya sih aku borong coklat dari yang murah sampai mahal karena itu oleh2 yang paling mudah. Everybody love chocolate….) Padahal masih ada banyak tempat yang mau aku lihat. Terutama gereja2 tua…. Yah tidak mengapa karena aku masih punya hari minggu setelah gereja.

Kembali ke hotel (naik kereta dari haupwache ke airport trus naik shuttle. Akhirnya aku bs naik kereta dan gak nyasar. )aku menghitung semua pengeluaran dan mencocokan dengan pembukuan serta menonton TV. Setelah 6 hari, TV berbahasa Jerman pun aku tonton. Acara sepert HBO yang aku ceritakan sebelumnya sepertinya selalu menyiarkan filmnya yang sama: transformer, grudge, dan 2 film yang aku lupa judulnya. 6 hari di Frankfurt aku sudah menonton ulang transformer 3 kali😦 CNN terlalu penuh berita yang terkadang membuatku sedih.

Dengan sisa jatah internet pemberian T, aku nelpon rumah dengan voip wise. Aku ngobrol selama hampir 1 jam dan cuma habis kira 1 euro (16 rb). Dengan voipwise lebih murah menelepon daripada mengirim sms. aku ngobrol sampai kupingku panas dengan A dan K, lalu mama bangun dan kami ngobrol lagi sebentar.

Aku jg baru tahu sedikit masalah, dari Jakarta aku sudah mencari alamat gereja berbahasa inggris. Di Frankfurt aku baru sadar, aku tidak tahu sama sekali cara untuk sampai kesana karena berbeda daerah. Jadi aku memutuskan untuk berkelana lagi di Haupwache hari minggu, aku sudah melihat ada banyak gereja disana, mungkin saja ada yang berbahasa inggris. (Aku baru tahu bahwa di airport ada gereja berbahasa inggris dari D pada hari senin)

Enam hari di Frankfurt dan aku belum makan nasi. Jadi sedikit kangen dengan rasa nasi.

to be continue …..

1 | 2 | 3 | 4 | 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s