My Trip – Hongkong (4 – end)

Pagi ini (sudah jam 9 sih) aku bangun dengan kepala sedikit berat, mungkin karena sudah 3 malam terakhir ini aku selalu tidur diatas jam 12 malam lebih. (Masa sih ini tanda-tanda sudah tua? Dulu jaman kuliah dan SMA rasanya aku sanggup begadang sampai nyaris tidak tidur semalaman demi tugas dan ujian). Selesai mandi pagi aku baru menyadari bahwa sudah terlambat untuk sarapan di hotel. Jadi aku mulai saja mengepak koper (aku berpikir bahwa aku sudah biasa tidak sarapan pagi.. ternyata salah besar). Aku juga sudah terlambat untuk mencari gereja, jadi aku hanya mengikuiti kebaktian dari telivisi. (Aku menemukan kebaktian yang sama dengan di Frankfurt, dan untungnya di Hongkong tidak didubbing)

Tengah hari akhirnya aku dan kakak siap untuk berangkat ke airport. Koper-koper juga sudah selesai disusun. Aku mulai merasakan pengaruh tidak sarapan. Kepalaku sakit sekali dan rasanya sangat mengantuk. H mengantar kami berdua ke tempat city check-in, jadi kami tidak perlu jauh-jauh pergi ke bandara. Bagasi kecuali bagasi kabin juga bisa langsung dimasukkan dari tempat city check-in ini. Kali ini aku sudah benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. Aku membeli muffin di star bucks dan ternyata tidak dapat menolong sama sekali.

Setelah semua urusan check-in selesai dan karena masih ada cukup waktu, H membawa kami ke the Peak. Aku tidak dapat menikmati apa-apa. Disana cuaca cukup dingin. Kami makan direstoran, dan aku minum sup sambil separuh tidur. Kepalaku pusing dan berat, juga aku merasa mual. Bagaimana aku mau naik pesawat nanti? Jangan-jangan aku bisa muntah-muntah seperti dulu?

Kakakku dan H masih sempat berputar-putar dahulu di the Peak. Tapi aku hanya dapat duduk menunggu saja😦 Dari the Peak kami turun naik kereta katanya sudah ada dari jaman dahulu. Aku tidak tahu namanya. Tapi aku tahu pemandangannya bagus. Kereta berhenti dekat museum patung lilin (aku lupa nama museumnya) Sayang sudah tidak ada waktu lagi untuk masuk ke dalam museum dan melihat-lihat.

Dari sana kami naik kereta api cepat ke bandara. Dan aku tidur selama perjalanan. Lumayan juga untuk menyembuhkan sakit kepalaku.

Kereta sampai dan kami berpisah dari H karena H masih akan tinggal beberapa hari lagi di Hongkong. Kepalaku sudah membaik dan tidak lagi merasa mual. Memang tidur adalah obat yang terbaik🙂 Kami masuk imigrasi dan kembali lagi ke Indonesia tercinta.

to be continued …

1 | 2 | 3 | 4

One response to “My Trip – Hongkong (4 – end)

  1. Gak enak banget liburan lo, serba buru buru. Egois banget si h.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s