Ngobrol dengan Tuhan

Sudah lama sekali aku tidak bercakap-cakap dengan Tuhanku ketika aku membawa mobil. Ini salahku karena aku terlalu sibuk dengan lagu yang aku pasang atau pikiran-pikiran yang lain mengenai pekerjaanku. Aku lupa betapa asyiknya jika bercakap-cakap dengan Tuhanku sepanjang perjalanan… banyak sekali hal-hal baru yang aku dapat. Terlebih lagi, aku tidak merasa kesepian sepanjang jalan.

A: Katanya dulu bumi jauh lebih hangat bahkan cenderung panas daripada sekarang.Pohon palem bisa tumbuh di kutub. Laut artic adalah perairan yang hangat. Pokoknya surga untuk tumbuhan dan binatang deh ….

T: Hm….. Lalu ….

A: Trus kenapa semuanya itu dihancurkan? Bumi menjadi dingin dan membeku. Semua makhluk mati dan terkubur selama puluhan juta tahun…. Mengapa semuanya itu dihancurkan … Untuk apakah mereka semua ada ??? Dan …

T: Ha … ha … Masa kamu sudah lupa pelajaranmu dulu ketika SD .. Darimanakah minyak, gas, dan batu bara dibuat? Aku sudah menyiapkan semua itu untuk kalian keturunan Adam dan Hawa bahkan sejak PULUHAN JUTA TAHUN yang lalu jika diukur dengan ukuran waktu dunia. Dan bukankah menarik, mencoba mencari-cari kenangan masa lalu yang Aku tinggalkan.

A: ….. Ada benarnya juga…. Boleh aku bertanya lagi?

T: (mengangguk)

A: Janji-Mu jika aku percaya dan mengikuti-Mu dengan sungguh-sungguh maka aku tidak akan pernah meminta-minta dan tidak akan hidup kekurangan. Tapi coba lihat sekarang…. Hidupku masih bergantung pada orangtuaku. Aku tidak dapat mengajak mereka jalan-jalan, membelikan rumah bagus atau mobil mewah …. Banyak saudaraku yang tidak mengenal dan mengikuti Engkau jauh lebih berhasil dari aku untuk urusan membahagiakan orang tua. Mengapa Engkau tidak membantuku?

T: Kamu lupa satu hal penting …

A: Apa?

T: Yang kamu gunakan lagi-lagi ukuran dunia. Rumah mewah, liburan, mobil mewah … semuanya itu akan habis dan tidak kekal. Tapi kamu lupa bahwa kamu telah berhasil memberikan harta yang kekal kepada mereka, harta yang tidak akan pernah habis atau hilang.

A: Harta apakah itu? Aku tidak merasa pernah memberikannya.

T: Keselamatan dan kunci menuju ke rumah-Ku. Dan percayalah rumah-Ku jauh lebih mewah dan indah dari apa yang pernah kamu lihat.

A: Jangan bercanda, Tuhan!!!! Kapan aku memberikan harta yang itu kepada orangtuaku?

T: Ketika kamu membawa dan mengenalkan mereka kepada-Ku. Itulah saat ketika kamu memberikan harta yang kekal kepada orang tuamu. Dulu mereka tidak mengenal-Ku .. tetapi mereka sekarang mengenal-Ku. Hingga masa tua dan putih rambutnya, Aku akan selalu menjaga dan merawat mereka.

A: Terima kasih, Tuhan … Itu cukup menenangkanku.

T: Aku tahu masih ada pertanyaan lain di kepalamu …

A: (ragu-ragu) Apakah Engkau mempunyai waktu untuk semua pertanyaan itu?

T: Waktu-Ku tak terbatas …. Seringkali kamulah yang tidak mempunyai waktu untuk menanyakannya…

A: (tertunduk malu) …

T: Ayo tanyakan saja ….

A: Mengapa pekerjaanku dikantor rasanya tidak berkembang… Apakah ini memang tempat kerja yang Engkau berikan untukku? Teman-temanku sudah mempunyai gaji yang 2 kali lipat dari aku. Bagaimana aku bisa mencukupkan kebutuhanku kalau harga barang terus naik?

T: Sudah lupakah kamu bahwa burung pipit saja Aku pelihara dengan baik dan siapakah yang memberi makan bangsa Israel selama mereka mengembara 40 tahun di padang gurun? Jadi jangan cemas…. Langit, bumi dan semesta adalah kepunyaan-Ku, semua kebutuhanmu pasti tercukupi.

A: Jika burung pipit dipelihara … mengapa Engkau membiarkan banyak binatang punah dan langka. Harimau, burung dodo, paus …

T: Aku dapat mencegahnya … tapi Aku mau kalian belajar untuk menghormati ciptaan-Ku dan menjaga lingkungan tempat kalian tinggal selama ini.

A: Sejujurnya aku masih tidak terlalu mengerti … Aku juga masih tidak mengerti mengapa Engkau membiarkan peperangan, pembantaian, dan begitu bencana-bencana yang terjadi akhir-akhir ini? Apakah Engkau sekejam itu? Mengapa tangan-Mu tidak terulur untuk menolong mereka semua? Tidakkah Kau dengar tangisan mereka meminta tolong?

T: Anakku … kamu tidak harus mengerti semua rencana-Ku… karena itu terlalu rumit bagimu. Tetapi Aku tidak pernah melupakan mereka yang meminta tolong kepada-Ku. Aku selalu ada dan menangis bersama mereka. Aku tidak pernah tinggal diam ketika anak-anak-Ku disakiti.

A: ???

T: Semua yang tampak bagimu menyakitkan terkadang diperlukan untuk mengingatkan kembali anak-anak-Ku yang hilang agar kembali kepada-Ku. Orangtuamu juga pernah memukulmu ketika kamu bersalah… Itulah yang aku lakukan sekarang.

A: Tapi …

T: Anak-Ku … kamu adalah saksi-Ku … kamu tahu keinginan-Ku …

A: Mengapa Engkau bisa tahu apa yang ingin aku tanyakan, Tuhan?

T: Karena Aku adalah Bapamu …. Jika orangtua tahu apa yang diinginkan anaknya yang bayi terlebih lagi Aku … Jadilah saksi-Ku dan jangan tahan apa yang bisa kamu lakukan untuk orang lain karena itu akan menyakitiku …

A : Yang terakhir …

T : Aku tahu … Sabarlah anakku …. Kembali kepada burung pipit … Jika Aku dapat menyediakan pasangan untuk burung pipit dan ikan di laut … masakan Aku tidak dapat menyediakan pasangan untukmu ?

A : Terima kasih Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s