My Journey – Frankfurt 2 (1)

Persiapan … Terbang …. Dan Kedatangan

PA080011Hampir setahun setelah keberangkatan yang dahulu, aku kembali menjelajahi Frankfurt. Tapi kali ini aku tidak sendirian melainkan berlima dalam satu rombongan dengan jadwal yang sudah diatur dari perusahaan. Karena aku berangkat dengan klien yang duduk di kelas ekonomi maka aku jadi harus duduk di kelas ekonomi selama penerbangan juga bersama dengan klien. Hik … hik.. deh… Kapan aku bisa menikmati kelas bisnis lagi? Apalagi ternyata pesawat terlambat hampir 1,5 jam dari jadwal keberangkatan semula. Akhirnya waktu transit di Singapura dipersingkat menjadi 20 menit saja. Padahal aku sudah membayangkan untuk berputar-putar Changi mencari buku. Benar-benar mengecewakan.

Untuk perjalanan kali ini, setelah belajar dari pengalaman yang lalu, aku sudah lebih siap untuk dokumen-dokumen yang diperlukan. Surat undangan kerja, tiket, booking hotel, kartu pegawai dan asuransi perjalanan.

Aku juga sudah tekun mengikuti laporan cuaca Frankfurt selama waktu kunjungan. Tetapi ternyata aku salah memperkirakan cuaca. Aku mengira cuaca belum terlalu dingin di musim gugur…. Aku takut “saltum”, karena itu pakaian yang hangat-hangat yang sudah aku siapkan sebelumnya aku kurangi. Sekarang aku harus bisa hidup dengan pakaian hangat yang seadanya. Untung saja aku masih membawa coat rajutan yang nyaris saja batal aku bawa kalau bukan dipaksa mama. (memang mama top banget) Tapi ada sedikit kejadian kocak lagi … gara-gara buku “Natasha” tentang traficking wanita… akhirnya aku tidak boleh tampil centil karena dikhawatirkan menjadi korban traficking… “Udah gak usah dandan!!!” pesan mama sebelum aku menyusun koper. Tetapi ketika akhirnya aku mulai beres-beres koper… mama mulai gatal juga dengan selera busanaku. Dia akhirnya sibuk membuat rancangan busana yang jauh dari pesan aslinya. “GAK USAH DANDAN!!!”

Berbicara tentang musim gugur di Frankfurt … aku baru menyadari bahwa Tuhan adalah seniman yang luar biasa. Warna-warna yang biasanya aku lihat dari buku, foto, TV atau gambar sekarang menjadi nyata dihadapanku.

Musim dingin lalu aku datang ke Frankfurt dan pohon-pohon botak atau tampil merana dengan daun-daun yang berwarna pucat. Sekarang di musim gugur pohon-pohon berganti pakaian. Merah, kuning, ungu, hijau tua, hijau muda. Intinya warna-warni. Paduan warna yang benar-benar cantik. Bahkan rumput yang tumbuh liar juga tampil cantik dengan bunga-bunga warna-warni. (Kalau di Jakarta, rumput adalah rumput… tidak ada yang menarik) Memang Tuhanku luar biasa.

Enaknya pergi rombongan:

  1. aku jadi tahu kalau aku tidur dengan gaya mengheningkan cipta ala Mr. Bean di pesawat.

  2. Ada teman untuk jadi banci kamera

  3. bisa saling sharing bawaan masing-masing

  4. aku jadi tahu bawa wanita pasti membawa koper terbesar untuk bepergian (persiapan shopping besar-besaran)

  5. ada teman nyasar

  6. ada teman yang jagain barang kalau mau ke toilet di airport.

  7. Gak musti harus langsung masuk kerja tapi ada 1 day untuk jet lag.

Tidak enaknya pergi rombongan:

  1. jadwalnya jadi tergantung dengan yang lain

  2. susah dapat kamar hotel …. bayangin aja… kami sampai hotel jam 7.30 pagi … tapi baru dapat kamar jam 2 siang karena hotel penuh dan kamar belum siap. Duh … gagal deh rencana istirahat bentar dan jalan-jalan.

Kisah seram di hotel

Jam 4 sore kami sudah siap makan malam dan kembali ke hotel. Atasan di kamar sebelah… dia ketiduran sambil menunggu telpon dari suaminya. Aku masih di lobby memanfaatkan akses internet gratis (tipikal indonesia yang tidak mau rugi) untuk mengirim email ke konsultan yang tidak bisa dihubungi dari SMS.

Pukul 17.15 ada pesan balasan dari konsultan yang disampaikan melalui telpon ke hotel. Dan sebagai hotel yang baik, maka mereka meneruskan pesan untuk aku dan atasan ke kamar hotel melalui message. Message untuk aku dimasukkan melalui celah di bawah pintu.

Pukul 18.00 aku mengunjungi atasanku untuk menyampaikan pesan.

Ternyata ….

Atasanku juga mendapat message yang sama dari konsulatan. Hanya saja message untuk atasanku ketika ditemukan sudah berada di dalam kamarnya di meja TV.

Atasanku tidak mendengar orang mengetuk pintu … (dia memang ketiduran) Dia hanya mendengar suara seperti pintu tertutup…..

?????

Sebuah telepon cepat ke receptionis memberitahukan bahwa cleaning service mengantarkan message itu. Dan karena tidak ada tanda “Do Not Disturb” maka mereka masuk ke kamar untuk meletakkan message itu.

Aku baru tahu menyadari hal-hal aneh di hotel:

  1. tidak ada kunci di kamar mandi

  2. di kamar hotel tidak ada rantai pengaman.

  3. Walaupun pintu sudah aku kunci dari dalam, tapi orang yang punya akses dari luar tetap bisa membuka pintu kamar.

  4. Jika ada tanda “Do Not Disturb” maka mereka (cleaning service) tidak akan masuk ke kamar. Tapi bagaimana jika mereka punya maksud tidak baik ?????

  5. Padahal aku tidur sendirian😦

Michael terpaksa bekerja keras mulai malam ini sampai tanggal 15 nanti. ^_^

Tidur …. Tidur … (-_-)Zzzzzzzzzz

Demi menyesuaikan diri dengan beda jam di Frankfurt yang 5 jam lebih lambat dari Jakarta sekarang … aku tidak boleh tidur dari sampai minimal jam 9 nanti malam. (Sekarang jam 8 malam di Frankfurt… harusnya aku sudah bobo dari tadi mengikuti jam Jakarta)…. Jadilah aku menulis.

Ngantuk !!!!!!!!!

Mataku berat sekali … susah untuk dibuka …

Harus membaca alkitab dan berdoa…

Bentar lagi perjuangan selesai… 30 menit menjelang pukul 9 dan aku bisa tidur nyenyak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s