The way I threat His Thing (2)

Minggu itu aku menghadiri kebaktian ke-2 di gerejaku. Ketika aku sampai, kebaktian pertama baru akan selesai. Pendeta sedang mengucapkan doa berkat bagi jemaatnya. Karena masih ada bangku kosong di dalam gereja, aku segera masuk tanpa menunggu kebaktian pertama bubar terlebih dahulu.

Setelah berdoa, sambil menunggu kebaktian ke-2 mulai, aku memperhatikan gerejaku ini. Gedung gereja ini terletak disalah satu pusat perkantoran di ibukota. Gedungnya ber-AC jadi terasa sejuk dan nyaman sekalipun dihari yang gerah. Tempat duduknya empuk dan tidak membuat bantal sakit. Intinya gedung ini nyaman.

Kemudian …

Aku menunduk dan memperhatikan lantai. Uugghhh

Ada banyak sekali sisa bungkus permen di lantai. Belum lagi gelas plastik air minum yang kosong dan selebaran-selebaran gereja serta sisa-sisa corat-coret anak balita.

Seperti inikah rumah Tuhan? Sampah berserakan karena merasa itu adalah urusan petugas cleaning service.

Apakah kita senang jika orang membuang sampah sembarangan ketika bertamu kerumah kita? Bukankah tidak sukar untuk membereskan sampah yang kita hasilkan sendiri?

– the end –

1 | 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s