The storm

22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka.

23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukkan air dan mereka dalam bahaya.

24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.

25 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Dimanakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”

Lukas 8 : 22-25

Tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan kapan badai akan datang. Laut tenang. Langit cerah. Baik nahkoda, awak kapal maupun para penumpang percaya bahwa perjalanan ini akan baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan.

Namun ditengah perjalanan, langit berubah. Angin bertiup semakin kencang. Lautan mulai mengamuk. Dan badai datang bertamu. Bukan badai kecil yang akan reda dengan cepat. Ini adalah badai yang sudah berlangsung selama satu bulan dan belum ada tanda-tanda mereda bahkan cenderung memburuk.

Kapal sudah compang-camping dipermainkan ombak dan angin. Nahkoda dan awak-awak kapal sudah menyerah dan menghilang; tinggal para penumpang kapal tak berpengalaman yang berusaha mengendalikan kapal.

Sampai berapa lama kami dapat bertahan? Dimanakah nahkoda? Sampai kapan badai akan berlangsung? Mampukah kapal ini bertahan?

Depresi … Tertekan … Frustasi …

Tidak ada lagi wajah yang tersenyum. Wajah-wajah pucat menghiasai seluruh kapal. Tatapan mata yang lesu, tidak bersemangat dan tidak fokus. Terbayang dibenak mereka masing-masing keluarga yang ditinggalkan dirumah. Tidak rela jika mereka harus meninggalkan mereka tanpa salam perpisahan. Namun apakah ada jalan keluar dari badai ini? Setiap orang sudah kehilangan harapan.

Ingin menyelamatkan diri … tetapi dimanakah sekoci penyelamat atau jaket pelampung? Seandainya ada pun … bagaimana sekoci atau jaket pelampung dapat menyelamatkan dalam badai yang mengamuk? Lagipula apakah ada cukup sekoci dan jaket pelampung untuk setiap orang yang ada di kapal.

Kepada siapa lagikah harus meminta pertolongan selain kepada Dia yang dapat menghardik badai agar tenang.

Tuhan, tolong kami. Kami sudah tidak dapat lagi mengendalikan kapal ini. Kedinginan, lapar, dan letih. Badai ini terlalu lama untuk dapat kami tanggung. Tenaga kami sudah habis. Tolonglah kami. Berbelas kasihlah kepada kami.

Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat karena …

Dia-lah alpha dan omega;

Dia-lah gunung batu

Dia-lah pemegang janji keselamatan yang kekal;

Dia-lah yang menenun kehidupan;

Dia-lah gembala;

Dia-lah raja di atas segala raja;

Dia tidak pernah ingkar janji kepada orang yang setia kepada-Nya.

Biarlah semua orang melihat kemuliaan-Nya melalui badai ini.

==============================================================================

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008110223463111

Senin, 3 November 2008
UTAMA

Tripanca Terimbas Bisnis Alay

LPS Jamin Dana Nasabah

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kesulitan likuiditas PT BPR Tripanca Setiadana (Bank Tripanca) bukan karena aktivitas perbankan, melainkan akibat krisis kepercayaan terhadap Sugiarto Wiharjo (Alay) di bisnis ekspor kopi.

Demikian kesimpulan rapat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Lampung dengan Bank Indonesia (BI) Bandar Lampung di Restoran Dwipa Raya, Minggu (2-11).

Selain menekuni dunia perbankan, Tripanca Grup bergerak di bidang ekspor kopi, properti, bisnis gula, jagung, hiburan, restoran, air mineral, dan kopi bubuk. Di bidang ekspor hasil bumi, yakni kakao, lada, dan cengkih di bawah bendera PT Cideng Makmur Pratama.

Tripanca Group menguasai 70% ekspor kopi robusta Lampung. Ekspor kopi Tripanca tahun 2005 sekitar 40 ribu ton, naik menjadi 150 ribu ton pada 2007. Sedangkan Bank Tripanca berdiri sejak 5 Mei 1995. Kini mempunyai lima cabang dan dengan lebih dari 200 karyawan.

Perbarindo juga menyatakan 29 BPR termasuk Bank Tripanca dan BPR syariah di Lampung sehat secara bisnis dengan total aset Rp3,4 triliun per Juni 2008.

Kesimpulan rapat juga menyatakan nasabah BPR tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kesulitan likuiditas Bank Tripanca karena fundamental BPR di Lampung tetap sehat.

“Ini krisis kepercayaan terhadap Alay atas bisnis di luar Bank Tripanca,” kata Ketua Perbarindo Lampung Daliun Nizar.

Daliun juga mengharapkan direksi dan komisaris Bank Tripanca memberikan informasi kepada nasabah tentang posisi keuangan bank tersebut. “Bisnis Alay dan Bank Tripanca sebenarnya terpisah,” kata Daliun.

Dana Penjamin

Daliun juga menegaskan dana nasabah kreditor di BPR, sejak 13 Oktober 2008 dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar. BPR termasuk lembaga bank yang harus menyetorkan premi 0,2% per tahun sebagai penjaminan. Menurut data LPS, kata Daliun, hingga paro pertama tahun 2008, pengumpulan premi LPS dari bank lebih dari Rp7 triliun.

Sementara itu, Kepala Bidang Moneter BI Bandar Lampung Zubier Ramadhan mengatakan instrumen penolong dana nasabah adalah LPS. “BI tidak dapat memberi dana talangan,” kata Zubier. Zubier juga mengatakan belum melihat tindak pidana bank dalam kasus kesulitan likuiditas Bank Tripanca karena kasusnya hanya rush. “Bank mana pun kalau di-rush tidak akan bertahan karena dana masyarakat yang disimpan dalam bentuk deposito dan tabungan disalurkan dalam bentuk kredit,” kata Zubier.

BI meminta Bank Tripanca tetap beroperasi. “Sepanjang belum dilikuidasi, Bank Tripanca harus tetap buka besok (hari ini, red). Bank dilarang menghentikan usahanya atau tutup kantor tanpa seizin BI.”

Untuk itu, hari ini (3-11), BI memanggil pemegang saham, komisaris, dan direksi Bank Tripanca menjelaskan kesulitan likuiditas.

“Dari sisi indikator bank, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio–CAR) Bank Tripanca masih di atas 8% dan sampai September masih membukukan laba. Kalau CAR-nya di bawah 4% dan likuiditasnya di bawah 2%, tentu sudah kami tetapkan sebagai bank dalam pengawasan khusus (DPK). Jadi, ini krisis kepercayaan terhadap Alay di bisnis ekspor komoditas,” kata dia.

Amankan Aset

Kuasa hukum Alay, Albert Tiensa, mengatakan kini gudang dan aset-aset Bank Tripanca berada dalam pengawasan kepolisian. Atas nama perusahaan, Direktur Utama Bank Tripanca Samiadi sudah meminta perlindungan kepada Kapolda Lampung terhadap aset-aset dan seluruh kru staf dan manajemen. “Kami minta perlindungan terhadap seluruh aset, bergerak tidak bergerak. Sambil menunggu hasil audit,” kata Albert Tiensa, semalam.

Hal senada juga disampaikan teman dekat Alay, Indrawan, yang mengaku manajemen Tripanca Group meminta Polda Lampung ikut mengamankan aset-aset Tripanca. “Bukannya kami mengadu ke Polda, tapi manajemen meminta Polda mengamankan aset agar tidak dijarah,” kata Indrawan, kemarin.

Sedangkan terkait rencana tiga bank yang akan menyegel aset-aset Tripanca, Albert mempersilakan bank menyegel, akan tetapi bank akan berhadapan dengan kepolisian karena mereka lebih dahulu minta perlindungan kepada kepolisian. “Aset-aset sedang dalam pengawasan polisi, siapa pun tidak bisa. Lagi pula aset itu milik bersama, bukan hanya milik bank,” kata dia.

Menurut Albert Tiensa, aset-aset yang tercantum dalam surat minta perlindungan kepada Polda Lampung adalah tanah dan bangunan, dan rumah tinggal komisaris utama di Jalan Way Sekampung (Tripanca Center) berikut kendaraan, empat gudang, dan isinya di Jalan Yos. Sudarso, Telukbetung Selatan, di Jalan Ikan Koki, Telukbetung Selatan, gudang di Jalan Agus Salim, dan Jalan Ir. Sutami. “Termasuk karyawan staf, dan manajemen. Selama 14 hari ini, siapa pun tidak boleh melakukan aktivitas transaksi,” kata dia.n MIN/JUN/IKZ/U-2

bersambung…

1 | 2 | 3 | 4

One response to “The storm

  1. just cought this man ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s