The Storm – 2

Catatan harian dari seorang penumpang kapal

xx Desember 20xx, hari ke 35 di atas kapal

Akhirnya badai berhenti 7 hari lalu. Tidak ada seorang pun yang mengira bahwa kami dapat selamat dari ganasnya badai. Tapi kenyataannya kami mampu bertahan. Dan itu cukup memulihkan semangat kami.

Sekarang langit biru cerah, matahari terik bersinar setiap hari. Laut tenang … sangat tenang. Hampir tidak angin yang bertiup sama sekali. Kami nyaris tidak bergerak sama sekali ditengah lautan.

Kapal kami yang gagah perkasa ketika membuang sauh dulu sekarang sudah compang camping. Tiang layar patah. Layar sudah sejak lama koyak diterjang badai. Ada beberapa bagian yang bocor dan perlu diperbaiki. Kapal ini sekarang seperti orang tua yang berjalan terseok-seok, tidak lagi tampak kegagahan dan kebanggaan masa mudanya dulu.

Sejauh mata memandang hanya air yang terlihat, tidak ada tanda-tanda daratan. Dimanakah kami sekarang berada? Sepertinya kami sudah jauh sekali dari tujuan semula karena badai. Kemanakah kami harus mengadakan kemudi kapal? Sudah tidak ada lagi nahkoda yang dapat memimpin. Mungkin ia sudah melarikan diri sebelum badai datang dahulu. Kami harus bertahan dengan apa yang kami miliki sekarang. Perlahan-lahan semangat kami yang sudah pulih ketika badai berlalu mulai menghilang kembali. Kami kembali patah semangat dan dilanda depresi.

Badai telah berlalu .. tetapi kami sekarang memiliki masalah baru. Makanan dan minuman.

Berapa lama persediaan ini dapat bertahan untuk kami semua?

Kami menghitung persediaan yang ada dan membuat perhitungan dalam diri kami masing-masing. Dalam hati kami saling mencurigai kalau akan ada yang mengambil lebih atau mencuri. Perundingan diadakan. Dan akhirnya diputuskan setiap orang akan menyimpan perbekalan makanan dan minumannya sendiri.

Pembagian dipimpin oleh sekelompok orang yang mengangkat orang sebagai pimpinan pengganti setelah kapal ditinggal nahkoda. Setiap orang harus menurut pada mereka, karena mereka memiliki kendali atas semua senjata api di kapal.

Ternyata para pemimpin baru itu menuntut 10% dari setiap perbekalan sebagai upah mereka menjaga ketertiban di kapal. Ah bukankah mereka juga memiliki jatah perbekalan yang sama dengan kami?

Dimanakah keadilan? Aku tidak rela memberikan 10% kepada orang-orang itu? Kemana aku harus menuntut keadilan? Siapa yang akan mendengarkan keluhanku?

Aku melihat kesekeliling. Ada yang menuntut keadilan pada bintang fajar. Ada yang menuntut keadilan pada sepotong kayu bekas patahan tiang kapal. Ada yang menuntut keadilan kepada dewa matahari. Ada yang menuntut keadilan kepada dewi rembulan yang bersinar lembut di malam hari. Siapakah yang dapat membalas ketidakadilan ini?

Lalu aku melihat kepada sekelompok lain yang bergabung diujung buritan. Mereka berbeda. Tidak marah-marah. Tidak bertengkar. Ada damai sukacita dalam diri mereka. Tidak ada tanda-tanda letih atau patah semangat dalam diri mereka. Dari hari ke hari jumlah dalam kelompok mereka bertambah. Penasaran aku menghampiri mereka.

“Mengapa kalian tidak memprotes ketidakadilan ini? Dan bagaimana kalian dapat tetap bersemangat saat ini?”

Salah satu dari mereka tertawa.

“Tentu saja kami tetap memprotes ketidakadilan ini dan akan terus berjuang. Mungkin memang susah … tetapi kami tidak kehilangan harapan. Dia yang kami sembah jauh lebih besar dan hebat daripada masalah yang ada sekarang. Dia sanggup menghardik badai menjadi tenang. Jadi kami percaya, Dia akan membawa kami keluar dari masalah ini.”

Aku sedikit ragu mendengarnya… Siapakah Dia yang dimaksud? Apakah mungkin Dia sehebat itu?

“Kamu dapat mencobanya… Bergabung dengan kami disini.”

Apakah aku harus bergabung??

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28

bersambung…

1 | 2 | 3 | 4

One response to “The Storm – 2

  1. Welcome a board, my sister.
    Tuhan hanya sejauh doa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s