Hari Ini Aku Berusia Tiga Puluh Tahun

Hari ini aku berusia tepat tiga puluh tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya aku merayakan pertambahan umurku dengan makan-makan bersama dengan keluarga dan teman-teman dekatku. Aku bergembira karena dapat berkumpul bersama dan menerima hadiah-hadiah indah dari mereka.


Akan tetapi setelah pesta usai, ketika meja mulai dibersihkan dan semua tamu-tamu telahberpamitan untuk pulang, aku melakukan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya aku mulai asyik membuka hadiah-hadiah yang aku terima sambil melihat kembali foto-foto acara pesta dan menguploadnya ke facebook. Tahun ini aku ingin menyendiri dan merenung.


Sekarang usiaku tiga puluh tahun. Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Apakah aku sudah merasa puas dengan hidupku? Apakah aku sudah siap dengan jalan yang aku pilih sekarang? Apa yang akan aku lakukan selanjutnya?


Tidak pernah ada kata cukup dalam hidupku. Setelah mencapai tingkat tertentu, aku lalu berjuang untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi – baik itu karir, penghasilan maupun kehidupan sosialku. Aku membuat sendiri batasan-batasan yang harus aku capai dalam hidupku yang sering kali membuat aku merasa lelah.


Semakin lama aku merenung semakin aku merasa bingung dengan arah hidupku. Aku mulai bertanya-tanya dalam hati – apakah yang aku lakukan selama ini sudah cukup? Apakah pencapaianku selama ini berguna?


Pada puncaknya aku mulai memikirkan Sang – Penciptaku. Seberapa dekat hubunganku selama ini dengan DIA? Apakah aku sudah melakukan keinginan-Nya? Apakah Dia akan menerimaku dengan tangan terbuka ketika aku datang menghadap-Nya nanti?


Jujur pertanyaan-pertanyaan itu membuat aku takut dan ngeri. Aku sadari hubunganku dengan Dia tidaklah dekat karena aku terlalu sibuk dengan urusan-urusanku. Hubunganku dengan Dia terbatas dalam doa-doa singkat yang lebih sering aku berbicara sendiri dengan semua keinginanku dan tidak pernah sekalipun mau berusaha mendengar Dia. Aku hanya mengingat Dia setiap hari Minggu di gereja atau ketika aku menghadapi masalah pelik yang tidak dapat aku selesaikan sendiri.


Hari ini aku berulang tahun, menjadi ratu dalam hari ini. Tetapi bagaimana jika Dia memanggilku aku menghadap-Nya nanti malam ketika aku tidur? AKU TIDAK SIAP !!!!!!!!!!!


Dalam kepanikanku, aku mulai mencari Alkitab dan mulai membaca dalam usahaku mendekatkan diri pada Dia secara instant.


Aku teringat pada satu tokoh yang sering kali menjadi tokoh utama dalam sekolah minggu yang aku hadiri ketika SD dahulu. Dulu aku hanya menganggap dia sebagai salah seorang yang wajib aku ingat agar aku dianggap pintar dalam sekolah minggu dan ulangan agamaku. Tetapi malam ini, ketika aku membaca kisahnya, aku mendapat pandangan yang berbeda dan aku juga merasa sesuatu yang berbeda …..


Ah …. Aku iri padanya. …


Sejak dari kandungan ia telah mengenal siapakah Dia, sedangkan aku setelah terseok-seok dalam hidup baru mengenal siapakah Dia.


Pada usia tiga puluh tahun, ketika aku bimbang dengan pekerjaanku, ia telah mantap menelusuri karirnya. Ia menjadi seorang nabi Tuhan yang membabtis orang di sungai Yordan dan mewartakan Kerajaan-Nya.


Pada usia tiga puluh tahun aku masih takut dan ragu untuk berkorban bagi Dia yang menciptakanku baik materi maupun kehidupanku, tetapi ia rela melepas semua kemewahan yang ada dan tinggal di hutan di tepi sungai Yordan. Ia bahkan tewas karena tugasnya sebagai nabi.


Pada usia tiga puluh tahun aku belum merasa siap untuk dipanggil oleh Dia, sedangkan ia siap dalam keadaan apa pun juga.


Pada usia tiga puluh tahun, ketika aku merasa bahwa aku masih jauh sekali dari Dia yang menciptakanku, ia telah dekat dengan sekali dengan Dia. Bahkan ia juga yang membabtis Sang Anak Domba.


Hari ini aku berusia tepat tiga puluh tahun. Aku tahu apa yang kucari selama ini. Aku ingin lebih dekat dengan Dia.


Aku menutup Alkitabku. Aku mungkin telah terlambat tiga puluh tahun untuk mengejar apa yang telah dicapai olehnya. Tapi lebih baik terlambat memulai dari pada tidak pernah memulai sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s