Airline performance ( mid 2009 )

Krisis moneter yang melanda hampir seluruh dunia, membuat perilaku konsumen berubah. Dari kelas bisnis berubah menjadi kelas ekonomi. Perusahaan dan individual mengurangi jadwal bepergian dengan pesawat terbang.

Hingga Juli 2009, hampir sebagian besar airline di dunia termasuk layanan kargo melaporkan kerugian.

Perusahaan penerbangan “dipaksa” untuk tetap mempertahankan layanan yang ada bagi konsumen sekaligus bertahan dari krisis moneter.

Beberapa perusahaan penerbangan telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi laporan keuangan yang negatif, antara lain:

  1. penerapan harga “ala carte”; dimana harga tiket dapat dipecah-pecah lagi menjadi beberapa bagian seperti check-in bagasi, upgrade makanan kelas ekonomi dengan kelas bisnis, dll – seperti yang banyak diterapkan perusahaan penerbangan di Amerika.

  2. pengurangan jumlah kelas bisnis; seperti yang dilakukan salah satu perusahaan penerbangan di Eropa. Perusahaan ini mengurangi jumlah kelas bisnis dan menambah kelas ekonomi.

  3. membentuk produk kelas ekonomi special; yang dapat dilakukan dengan menjual kursi kelas ekonomi yang terletak pada posisi strategis (KLM) atau mendesign sebagian kelas ekonomi sehingga menjadi peralihan kelas Bisnis dan Ekonomi (misalnya premium voyageur dari Air France) .

  4. menutup / mengurangi rute-rute yang kurang menguntungkan

  5. mengatur kembali jadwal pembelian pesawat baru (mengurangi ekspansi)

  6. pengurangan jumlah pegawai.

Namun tidak setiap perusahaan penerbangan mengalami kerugian. Beberapa perusahaan penerbangan justru berhasil mencatatkan keuntungan. Beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan mereka adalah:

  1. ekspansi, ketika satu perusahaan penerbangan menutup rute maka ini adalah kesempatan untuk membuka rute baru

  2. rute yang inovatif, membuat rute-rute yang belum terjangkau oleh perusahaan penerbangan lain

  3. harga yang lebih rendah. Ketika perilaku konsumen berubah karena krisis moneter maka semakin banyak konsumen yang akan mencari penerbangan dengan penawaran yang terendah.

  4. Layanan yang tidak kalah dengan perusahaan penerbangan lain.

Berita – berita lain:

1. Lufthansa to reduce capacity to summer schedule

2. Fresh off EU Blacklist, Garuda charts new course

3. A la carte: The future of airline pricing

4. In yet another blow for Boeing Qantas cancels order for 787 planes

5. Boeing, Airbus face turbulence as airlines defer orders

6. Air France KLM reports 20.5% fall in first-quarter revenue

7. Virgin Blue to raise A$231 million, faces full-year loss

8. Alaska Air Group posts $29.1 million second-quarter profit

9. Hawaiian posts $27.5 million second-quarter profit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s