My Trip Hongkong2 – Jati Diri

Sebenarnya siapakah aku?

Jika aku bercermin maka aku melihat sosok seorang berkulit kuning dengan mata sipit dan rambut hitam lurus.

“Siapakah kamu?” aku bertanya.

Kata orang-orang, aku adalah Cina.

Apakah itu? Aku tidak tahu dan tidak mengerti.

Cina yang aku tahu adalah suatu negeri di sebelah utara dengan bahasa dan adat yang tidak aku mengerti.

Aku bukan orang Cina.

Aku adalah orang lokal. Aku suka makanan lokal. Aku bercakap-cakap dengan bahasa lokal. Aku paham adat lokal. Memang aku ingat sedikit adat Cina peninggalan nenek moyangku dulu. Tetapi aku tidak melakukannya karena dilarang. Karena itu, aku tidak pernah merasa berbeda dengan orang lokal.

Tetapi mengapa aku masih dianggap sebagai pendatang walaupun aku lahir dan besar di lokal?

Masih ada sedikit ingatanku yang tersisa ketika aku sering dipanggil sebagai Cina. Ketika aku dianggap berbeda hanya karena kulitku kuning dan mataku sipit. Apakah aku tidak bisa menjadi bagian dari lokal?

Lalu aku juga ingat masa-masa kekelaman, ketika aku harus bersembunyi dan berhati-hati hanya karena kulitku kuning dan mataku sipit. Mengapa harus dibedakan? Bukankah aku juga orang lokal? Apakah aku tidak bisa menjadi bagian dari lokal?

Kemudian setelah masa-masa kekelaman, datanglah masa terang. Aku tidak lagi harus bersembunyi dan ketakutan. Adat yang sudah dilupakan dinyatakan sebagai bagian dari lokal. Tetapi aku tetap Cina dan pendatang.

Bingung .. aku mencari jawaban ke negeri Cina. Tempat yang katanya adalah asalku.

Ternyata disana aku juga dianggap sebagai pendatang. Aku bukan bagian dari mereka. Aku tidak sama dengan mereka walaupun kami sama-sama berkulit kuning dan bermata sipit. Adat dan kebiasaan kami begitu berbeda. Aku adalah orang lokal bagi mereka. Aku adalah seorang asing diantara mereka – bukan Cina.

Lalu aku mencoba mencari jawaban ke negeri lain. Suatu negeri dimana orang lokal dan orang Cina adalah pendatang, Ternyata disini aku juga terasing. Aku bukan bagian dari mereka. Aku adalah orang lokal sekaligus orang Cina bagi mereka.

Jika aku bercermin maka aku melihat sosok seorang berkulit kuning dengan mata sipit dan rambut hitam lurus.

“Siapakah kamu?” aku bertanya.

Jati Diri | Life Style 1 | Life Syle 2 | Shopping | Tourism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s