Top Tier FFP – Apa yang dapat diberikan

(Download pdf file click here :  Anggota Top Tier FFP )

 

Hampir setiap Frequent Flyer Program membagi tingkat keanggotaannya menjadi beberapa tingkat (tier). Misalnya Garuda Frequent Flyer (Garuda Indonesia) membagi tingkat keanggotaanya menjadi BLUE, SILVER, GOLD dan PLATINUM sedangkan Flying Blue (KLM – Air France) membagi tingkat keanggotaannya menjadi IVORY, SILVER, GOLD dan PLATINUM.

Tujuan pembagian tingkat keanggotaan ini adalah untuk mendapatkan data pengelompokan anggota yang akurat berdasarkan jumlah penerbangan, rute, atau harga tiket yang telah dilakukan oleh anggota tersebut. Selanjutnya anggota-anggota yang berada pada peringkat tertinggi (top tier) akan diberikan pelayanan istimewa untuk menjaga agar anggota ini tidak berpaling pada maskapai penerbangan lain sekaligus sebagai motivator bagi anggota dari level yang lebih rendah untuk berusaha naik ke level yang lebih tinggi.

Keuntungan menjadi anggota top tier

Beberapa pelayanan istimewa yang diberikan kepada anggota dengan peringkat tinggi antara lain:

  1. prioritas booking

  2. prioritas waiting list

  3. prioritas check-in

  4. prioritas baggage handling

  5. tambahan baggage allowance

  6. akses executive lounge

Sayangnya, keenam hal di atas walaupun sudah cukup memberikan nilai lebih bagi anggota top tier, namun belum dapat memberikan nilai lebih bagi maskapai penerbangan karena keenam hal diatas diberikan oleh hampir sebagian besar maskapai penerbangan kepada anggota top tier. Akibatnya keenam hal tersebut terkesan biasa dan tidak istimewa lagi bagi anggota top tier. Bahkan keenam hal diatas telah menjadi syarat dasar yang ditetapkan oleh anggota top tier.

Untuk memberikan nilai lebih selain keenam hal di atas, maskapai penerbangan harus mampu membaca apa yang diinginkan dan diharapkan oleh anggotannya dan menterjemahkannya dalam program frequent flyer sebagai bentuk layanan yang unik yang melebihi apa dari apa yang diinginkan oleh anggota top tier.

Award tiket (tiket terbang gratis)

Berdasarkan hasil survey dari Carlson Marketing tahun 2009, salah satu hal yang dianggap penting oleh para anggota namun dianggap masih sangat kurang pelayanannya oleh para anggota top tier adalah dalam hal penukaran award tiket (redeem award flight). Kesulitan penukaran poin yang terkumpul dengan award tiket disebabkan karena pada umumnya, maskapai penerbangan membatasi jumlah seat untuk award tiket dalam satu penerbangan. Bahkan ketika peak season, beberapa maskapai penerbangan tidak menyediakan seat untuk award tiket (black out period).

Beberapa maskapai penerbangan, misalnya Virgin America melalui program Elevate, telah melakukan terobosan dalam hal award tiket, antara lain:

  1. last minute award tiket; award tiket bisa ditukar bahkan hingga saat check-in (untuk upgrade ke kelas yang lebih tinggi);

  2. dynamic award tiket; award tiket dapat digunakan untuk setiap seat yang tidak terjual dan tidak dibatasi dalam satu penerbangan;

  3. menghapus black out period.

Scandinavian Airlines menawarkan hal yang berbeda. Maskapai ini menyediakan aplikasi (Award Seat Prognosis tool) yang dapat diakses oleh anggotanya untuk mengetahui jumlah seat award tiket yang tersedia untuk tanggal dan rute tertentu. Dengan aplikasi ini, Scandinavian Airlines menawarkan transparansi kepada anggotanya akan keterbatasan jumlah seat award tiket.

Mengenal anggota top tier

Data dalam maskapai penerbangan bukanlah hanya sekedar data. Data ini harus dapat diolah sebagai alat untuk analisa juga sebagai alat untuk mengenal anggota frequent flyer lebih dalam lagi. Maskapai penerbangan tidak harus mengenal setiap anggotanya secara personal.Tetapi maskapai penerbangan harus mampu untuk memberikan layanan yang sesuai dengan kondisi anggota seperti ucapan selamat ulang tahun.

Juga maskapai penerbangan dituntut untuk mengenal anggotanya hingga dapat mencatat kebiasaan anggota terkait dengan rute perjalanannya.

Sebagai contoh (dari kasus yang sebenarnya):

Seorang anggota top tier yang sering melakukan perjalanan bolak balik rute A dan B dalam satu minggu mengeluh karena ia selalu harus memberi tahu dimana tempat duduk yang ia inginkan, makanan apa yang ia mau. Menurutnya, maskapai penerbangan tersebut seharusnya sudah tahu kebiasaannya dan tidak perlu menanyakannya kembali setiap kali ia melakukan penerbangan.

Dalam kasus di atas, maskapai tersebut telah gagal menggunakan setiap data-data penerbangan anggota tersebut untuk mencatat kebiasaan anggota dan menghindari pengulangan yang dikeluhkan oleh anggota top tier.

Juga, maskapai penerbangan harus mampu mengenal anggotanya untuk dapat mencatat kebutuhan anggotanya guna memberikan layanan yang personal bagi anggota.

Sebagai contoh (dari kasus yang sebenarnya):

Seorang anggota top tier maskapai tertentu sudah merencanakan untuk berlibur dengan keluarganya sejak enam bulan sebelum tanggal berlibur. Ketika ia menghubungi bagian penjualan maskapai penerbangan, ia diberitahu bahwa penjualan tiket penerbangan untuk enam bulan ke depan belum dibuka dan ia diminta untuk menghubungi kembali lima bulan kemudian. Lima bulan kemudian, anggota top tier ini kembali menghubungi bagian penjualan maskapai penerbangan, dan ia benar-benar terkejut ketika diberitahu bahwa tiket sudah habis terjual. Akhirnya anggota top tier tidak jadi berlibur karena tidak dapat mendapatkan tiket.

Sekilas, kejadian di atas tampak sederhana. Peak season dan tiket habis terjual sehingga ada sebagian orang yang tidak mendapatkan tiket. Tetapi jika dilihat lebih dalam, maskapai penerbangan tersebut sebenarnya telah gagal untuk mengenal anggotanya dan mencatat kebutuhannya. Seharusnya maskapai ini dapat mengingat dan mencatat kebutuhan anggota ini pada kontak pertama dan kemudian menghubungi kembali anggota tersebut ketika penjualan tiket dibuka. Bila dilihat dari sudut pandang anggota top tier ini, selain liburan keluarga yang batal, ia juga merasa dikecewakan oleh maskapai penerbangan langganannya dan bahkan dapat berpindah ke maskapai lain yang dinilainya lebih layak. Anggota yang kecewa ini akan memberikan marketing yang negatif bagi maskapai tersebut jika ia menceritakan pengalamannya kepada siapa saja yang dikenalnya.

Komunitas

Ada banyak sekali komunitas dalam masyarakat kita, misalnya saja ada komunitas Bike to Work, komunitas baca, komunitas pecinta museum dan lain-lain. Dalam suatu komunitas, setiap anggota di dalamnya dapat saling berkomunikas, bertukar informasi dan mengadakan aktivitas bersama-sama.

Maskapai Penerbangan juga dapat membentuk komunitas bagi para anggota top tier. Komunitas ini dapat dipersempit lagi berdasarkan wilayah, hobi, profesi atau pembagian lainnya. Keuntungan dari adanya komunitas adalah, maskapai penerbangan dapat berhubungan dan memperoleh masukan (feedback) dari anggotanya secara langsung.

Jika komunitas nyata masih susah untuk dibentuk, maka komunitas maya dapat menjadi solusi praktis. Maskapai penerbangan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia secara gratis untuk membentuk komunitasnya sendiri. Misalnya Twitter, Face Book, Groups, Forum, atau Blog. Beberapa maskapai penerbangan yang sudah memiliki komunitas maya misalnya Southwest dan Continental.

Ciri Khas (Speciality)

Maskapai penerbangan harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan maskapai penerbangan lain terutama dengan maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan yang sama. Perbedaan itu dapat berbentuk logo, seragam, design interior, cara melayani, makanan, harga dan masih banyak lagi.

Frequent flyer program juga dapat menambahkan layanan yang sangat unik yang berbeda dari program lain dan yang tidak mengikuti trend yang ada.

Beberapa diantaranya adalah:

  1. tidak memberikan masa berlaku bagi poin anggota (mileage expiry)

  2. memberikan masa keanggotaan yang lebih panjang bagi anggota top tier

  3. memperbolehkan binatang masuk kabin (misalnya program Jetpaws dari JetBlue)

  4. bonus perolehan poin untuk setiap aktivitas

  5. penukaran award tiket dengan tiket maskapai penerbangan lain

Kesimpulan

Para anggota top tier memegang peranan penting bagi maskapai penerbangan. Layanan istimewa harus selalu diberikan kepada para anggota top tier untuk mempertahankan mereka agar tetap menjadi anggota top tier dan menjaring lebih banyak anggota top tier. Selain itu maskapai penerbangan harus jeli menangkap kebutuhan anggota top tier untuk memberikan program loyalty yang unik dan memberikan layanan melebihi apa yang diharapkan oleh anggota top tier.

Beberapa bentuk layanan istimewa untuk anggota top tier antara lain:

  1. kemudahan penukaran award tiket;

  2. mengenal anggota top tier;

  3. membentuk komunitas;

  4. program special.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s