Mileage Expiry

Program loyalty, terutama program loyalty untuk airlines, pasti berhubungan dengan poin. Poin dapat memiliki nama berbeda, seperti miles, mileage, atau reward, namun kegunaan poin tetap sama. Para anggota program loyalty berusaha mengumpulkan poin untuk ditukarkan dengan beberapa reward (hadiah) seperti tiket penerbangan, voucher hotel, ipod atau lainnya. Semakin banyak poin yang berhasil dikumpulkan oleh anggota berarti semakin besar reward yang dapat ditukarkan. Dan juga dapat diartikan semakin setia anggota tersebut pada program loyalty.

Namun poin juga dapat memberikan masalah bagi program loyalty.

Permasalahan klasik yang dihadapi adalah “Apa yang harus dilakukan dengan poin-poin yang menumpuk dan tidak pernah digunakan selama periode tertentu?”

Misalnya poin yang dikumpulkan oleh anggota yang kurang loyal (jarang menggunakan program loyalty). Atau poin yang dikumpulkan oleh anggota yang sudah tidak aktif lagi. Poin-poin ini akan merupakan pada keuangan program loyalty. Solusi untuk masalah ini sederhana, yaitu dengan penerapan mileage expiry (poin expirasi / poin kadaluarsa).

Ada 2 opsi dalam penerapan mileage expiry, yaitu:

1.mileage expiry untuk anggota yang dormant (tidak aktif)

2.mileage expiry jika poin tidak digunakan dalam periode tertentu.

Mileage Expiry untuk Anggota Dormant (Tidak Aktif)

Penerapan opsi mudah. Semua poin yang telah dikumpulkan oleh anggota akan hangus jika tidak ada aktivitas dari anggota tersebut selama periode tertentu. Aktivitas anggota yang dimaksud dapat berupa aktivitas pengumpulan poin atau juga penukaran reward. Beberapa contoh program loyalty airline yang menggunakan opsi ini adalah:

1.Garuda Frequent Flyer dari Garuda Indonesia

Pertama kali diterapkan tahun 2008. Poin anggota dengan level Blue akan hangus jika tidak aktivitas pengumpulan poin dari anggota tersebut selama masa keanggotaan (Jan – Des).

2.SkyMiles dari Delta Airlines

Sejak 1 Januari 2007, poin yang dikumpulkan akan hangus jika tidak ada akvitas dari anggota selama 24 bulan terhitung sejak tanggal aktivitas yang terakhir. Tetapi poin yang dikumpulkan dari sebelum 1 Januari 2007 tidak akan hangus.

3.OnePass dari Continental Airlines

Poin yang dikumpulkan akan hangus dan keanggotaan akan dihapus jika tidak ada aktivitas pengumpulan poin (melalui penerbangan, kartu kredit, atau lainnya) selama 18 bulan.

Mileage Expiry Jika Poin Tidak Digunakan Dalam Periode Tertentu

Pada opsi ini, setiap poin yang dikumpulkan anggota memiliki periode masa berlaku sendiri terhitung sejak tanggal aktivitas pengumpulan poin dilakukan oleh anggota. Poin tersebut akan hangus jika belum digunakan hingga masa periode berlakunya habis. Ada dua macam penerapan yang dapat digunakan untuk opsi ini.

Setiap poin memiliki periode masa berlaku tertentu terhitung sejak tanggal poin didapat oleh anggota.

Opsi ini dapat ditemukan pada:

1.ANA Mileage Club dari ANA

Poin berlaku hingga akhir bulan ke-36 terhitung dari bulan poin didapat oleh anggota. Misalnya poin yang didapat tanggal 23 Mei 2006 akan hangus pada tanggal 31 Mei 2009.

2.Rapid Rewards dari Southwest

Poin akan hangus terhitung 24 bulan sejak tanggal poin didapat. Namun perlu diingat peraturan ini mungkin akan berubah ketika peluncuran Rapid Rewards 2.0 tahun 2010 ini.

Setiap poin yang dikumpulkan dalam periode tertentu akan memiliki periode masa berlaku yang sama juga.

Opsi ini dapat ditemukan pada:

1. Enrich dari Malaysia Airlines

Poin yang sudah dikumpulkan dalam periode satu tahun (Januari – Desember) akan hangus pada tanggal 31 Desember tahun ketiga. Misalnya poin yang dikumpulkan dalam periode 1 Januari – 31 Desember 2006 akan hangus pada tanggal 31 Desember 2009.

2. JPPrivilege dari Jet AirWays

Poin yang dikumpulkan akan memiliki masa berlaku selama 13 kuartal termasul kuartal ketika poin didapat. Misalnya poin yang dikumpulkan pada kuartal pertama 2008 ( 1 Januari – 31 Maret 2008) akan berakhir pada 31 Maret 2011.

Mileage expiry dapat menjadi solusi menarik untuk mengatasi masalah penumpukan poin pada program loyalty. Namun hendaknya diingat oleh program loyalty bahwa mileage expiry adalah sesuatu yang tidak disukai oleh anggota dan dapat menjadi bumerang yang merusak program loyalty itu sendiri apabila kurang jeli dalam implementasinya. Program loyalty dapat memberikan beberapa hal untuk mempermudah anggotanya agar poin yang dikumpulkan tidak hangus. Antara lain:

1.opsi untuk membeli / membayar poin agar tidak hangus (buy miles)

2.aktivitas penukaran poin (redemption) juga diperhitungkan agar anggota tidak dianggap tidak aktif (dormant).

3.hanya diberlakukan untuk anggota tertentu.

4.Mempermudah penukaran poin.

Selain itu penting bagi program loyalty untuk memberi penjelasan yang lengkap dan tidak rancu bagi anggota mengenai aturan mileage expiry.

Kesimpulan

Program loyalty menggunakan mileage expiry untuk mengatasi poin yang menumpuk. Ada dua opsi yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan mileage expiry, yaitu:

1.mileage expiry untuk anggota yang dormant (tidak aktif)

2.mileage expiry jika poin tidak digunakan dalam periode tertentu.

Namun perlu diingat bahwa mileage expiry bukanlah sesuatu yang menarik bagi anggota. Karena itu program loyalty juga harus memberikan kompensasi bagi member untuk menjaga agar poinnya tidak hangus atau mempermudah penukaran poin bagi anggota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s