Seberapa Hijau Perusahaan Anda?

Sebuah perusahaan besar membuat pernyataan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan yang peduli dan ramah lingkungan yang telah terbukti dengan program-program yang telah berhasil dicapai oleh perusahaan tersebut. Salah satu program yang terus digaungkan kebesarannya adalah program penanaman pohon dan mengganti surat menyurat customer dengan email.

Namun setelah kunjungan singkat ke kantor pusat perusahaan tersebut, ternyata definisi peduli dan ramah lingkungan hanyalah sebatas program-program yang berhasil dilakukan oleh perusahaan tersebut. Masih banyak “ketidakpedulian dan ketidakramahan” pada lingkungan yang dapat dicatat:

  1. komputer-komputer yang tidak pernah dimatikan sepanjang hari walaupun tidak digunakan.
  2. AC yang terus menerus menyala bahkan dalam ruangan kosong sekalipun.
  3. Lampu yang dihidupkan terus menerus walaupun ruangan tersebut sebenarnya terang benderang dan tidak memerlukan lampu juga pada ruangan kosong.

Coba bandingkan dengan salah satu perusahaan di Jerman, tidak ada pernyataan ramah dan peduli lingkungan dari perusahaan tersebut. Tetapi perusahaan tersebut memiliki beberapa kelebihan yang layak dipuji dan diikuti jika masih ingin disebut sebagai perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan:

  1. para karyawan selalu disiplin mematikan komputer yang tidak lagi digunakan ketika selesai bekerja setiap hari. Tidak ada komputer yang menganggur yang dihidupkan.
  2. para karyawan yang lebih senang menggunakan tangga daripada lift jika hanya naik atau turun 1 – 3 lantai. Karyawan tersebut sekaligus berolahraga singkat dengan menggunakan tangga.
  3. Design gedung yang ramah lingkungan yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan, pertukarang udara, namun tidak terlalu panas bila cuaca terik atau terlalu dingin ketika musim dingin.
  4. AC atau penghangat ruangan hanya dinyalakan jika diperlukan. Jika cuaca cerah dan sejuk cukup membuka jendela. Dan jika udara cukup dingin, kenakanlah sweater dan tidak perlu menyalakan penghangat ruangan jika tidak mendesak.
  5. Lampu dimatikan bila tidak digunakan atau diperlukan. Bahkan satu hal yang menarik adalah: lampu pada toilet akan menyala otomatis hanya apabila ada orang. Jika tidak, maka akan mati dengan sendirinya.
  6. Penggunaan bahan-bahan daur ulang seperti tissue dan kertas
  7. air yang didaur ulang untuk penggunaan toilet.
  8. Pemisahan sampah basah, kering dan daur ulang

Kesimpulannya untuk menjadi perusahaan yang ramah dan peduli lingkungan ada beberapa dua hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan program-program kerja.

Yang pertama adalah untuk customer seperti: (program-program ini juga bisa menjadi bagian dari program loyalty)

  1. program penanaman pohon
  2. mengganti surat menyurat dengan email (ini dapat juga termasuk program penghematan budget)
  3. memberikan biaya tambahan untuk permintaan customer seperti mencetak ulang transaksi bulanan
  4. menawarkan hadiah atau bonus yang ramah lingkungan pada customer
  5. memberikan kesempatan pada customer untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang peduli lingkungan.

Yang kedua adalah untuk perusahaan itu sendiri seperti:

  1. perencanaan lingkungan kerja yang ramah dan peduli lingkungan
  2. disiplin karyawan agar sadar lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s