Amazing Grace

Aku adalah seorang kurir atau lebih tepatnya lagi seorang pembawa pesan. Pekerjaanku hanya satu yaitu mengantarkan pesan untuk atasanku. Namun, aku minta janganlah memandang rendah atau menganggap remeh pekerjaanku ini. Pesan yang aku antarkan bukanlah sembarang pesan. Setiap pesan yang aku antarkan sangat istimewa dan berharga karena aku adalah salah satu dari sekian banyak malaikat yang bertugas untuk membawa doa manusia kepada Yang Maha Kudus. Tugas ini sudah aku jalani selama ribuan tahun tanpa pernah merasa bosan atau lelah. Entah sudah berapa banyak doa yang aku antarkan kepada Yang Maha Kudus.

Namun suatu hari, Yang Maha Kudus memberi tugas berbeda. Dia memberiku seikat tebal doa-doa yang pernah aku antarkan dan berasal dari seseorang yang aku kenal dahulu.

“Ceritakanlah kembali doa ini kepada manusia! Tetapi jangan beritahu siapa pemilik doa ini!”

Tugas ini sangat berat untukku. Aku tidak pandai bercerita atau menulis. Keahlianku adalah mengantar doa, bukan tulis menulis. Maka atas seijin Yang Maha Kudus, aku hanya menuliskan kembali doa-doa itu sesuai dengan urutan kejadian agar tidak membingungkan pembacanya kelak.

***

Doa ke-1

Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Hari ini adalah salah satu hari bersejarah dalam hidupku. Hari ini aku dan Mawar akhirnya menjadi suami istri dan akan mulai membentu keluarga kudus kami berdua. Suami adalah kata yang masih sedikit asing bagiku. Sampai detik ini pun, aku masih ragu apakah aku cukup layak untuk Mawar. Bantu aku, Tuhan, agar aku dapat menjadi kepala keluarga yang tidak mengecewakan-Mu dan Mawar. Bantu aku agar dapat menjadi suami yang baik untuk Mawar dan juga agar aku dapat menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku nanti.

Doa ke-21

Tuhan, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi karena telah memberikan Mawar untukku. Saat ini aku pastilah masih menjadi seorang yang tersesat jika Mawar tidak pernah masuk ke dalam kehidupanku. Aku mohon, Tuhan, bantu aku agar tidak pernah mengecewakan Mawar.

Doa ke-70

Terima kasih, Tuhan, karena hari ini aku mendapat kenaikan gaji. Bulan depan aku dapat membelikan hadiah ulang tahun yang istimewa untuk Mawar. Dia sangat menyukai anting-anting emas kecil tersebut. Sekali lagi terima kasih, Tuhan.

Doa ke-110

Tuhan, terima kasih. Hari ini Mawar berulang tahun dan dia senang menerima hadiah anting-anting emas kecil itu. Tetapi sesungguhnya akulah yang memperoleh hadiah istimewa dari Mawar. Aku akan menjadi seorang ayah 8 bulan lagi. Sejujurnya saja aku merasa takut dan cemas. Aku yang tidak pernah mengenal seperti apakah seorang ayah seharusnya kini akan menjadi ayah. Mungkinkah aku dapat mengembang tanggung jawab ini dengan baik? Namun biar bagaimana pun, terima kasih, Tuhan, untuk kebahagiaan yang aku rasakan ini.

Doa ke-200

Perut Mawar semakin membesar. Dari jauh, Mawar seolah-olah menyembunyikan bola basket dibalik bajunya. Kandungannya sudah berusia 7 bulan sekarang. Walaupun dia mengeluh bahwa dia merasa bertambah jelek, namun Mawar justru tampak semakin cantik dimataku. Aku semakin mencintainya. Terkadang aku dapat merasakan anakku yang bergerak-gerak di dalam perut Mawar. Sungguh ajaib rasanya, membayangkan ada makhluk kecil, darah dagingku, yang tumbuh dalam rahim Mawar. Terima kasih.

Doa ke-219

Aku masih cemas bila membayangkan bahwa aku akan menjadi ayah sebentar lagi. Apa yang harus aku lakukan. Tidak ada contoh yang dapat aku gunakan. Aku tidak memiliki ayah. Mawar menghiburku. Katanya aku dapat belajar menjadi ayah dari Engkau yang merupakan Bapa yang kekal. Maukah Engkau mengajariku?

Doa ke-777

Tuhan, aku tidak tahu kata-kata yang pantas dan lebih indah untukmu. Terima kasih, Tuhan. Hari ini Putra lahir. Baru beberapa detik yang lalu dia keluar dari rahim ibunya. Tangisnya bahkan masih belum berhenti. Dia merah, kecil dan tampak begitu rapuh. Namun dia juga tampak begitu sempurna. Aku langsung menyayanginya. Terima kasih Tuhan untuk Mawar dan Putra.

Doa ke-905

Hari ini Putra genap berusia 3 bulan. Dia sudah semakin besar dan lucu. Ada saja hal baru yang dipelajarinya setiap hari. Ternyata kehadiran seorang anak dapat mengubah tujuan hidup seseorang. Sekarang yang Mawar dan aku bicarakan kebanyakan hanya masa depan Putra. Aku sangat menyukai kehidupan sebagai ayah dan suami. Terima kasih, Tuhan.

Doa ke-2.208

Tuhan, terima kasih. Putra merayakan ulang tahunnya yang ke-2 hari ini. Pekerjaanku dan Mawar semakin baik. Penghasilan kami meningkat. Sekali lagi, terima kasih, Tuhan. Aku memiliki kehidupan dan keluarga yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Semuanya ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan dan ini dapat terjadi hanya karena Engkau.

Doa ke-2.254

Putra akan menjadi seorang kakak. Adiknya akan lahir 6 bulan lagi. Terima kasih untuk kepercayaan yang Engkau berikan untuk menjadi ayah dari 2 orang anak. Mawar sekarang sering menertawakan ketakutanku menjadi seorang ayah. Aku menyayangi keluargaku. Terima kasih, Tuhan.

Doa ke-5702

Tahun ini aku dan Mawar merayakan ulang tahun ke-5 pernikahan kami dengan berlibur selama 1 minggu di pantai. Putra dan Putri benar-benar kegirangan bermain-main di pantai. Mereka membuat banyak sekali istana dari pasir. Mereka berdua juga seperti sepasang ikan duyung kecil. Aku dan Mawar sampai kewalahan menjaga mereka. Namun aku tetap berterima kasih untuk kebahagiaan yang Engkau berikan untukku. Permohonanku adalah agar aku dapat selalu menjaga senyum di wajah Mawar, Putra dan Putri selalu.

Doa ke-13.077

Terima kasih, Tuhan. Hari ini ulang tahun ke-12 pernikahan kami. Aku dan Mawar merayakannya berdua saja. Kami ingin mengenang masa-masa ketika kami masih berdua dahulu. Putra dan Putri kami titipkan pada kedua orangtua Mawar. Sekali lagi Mawar berhasil memberikan kejutan untukku. Aku akan kembali menjadi seorang ayah 8 bulan lagi. Rasanya seperti melayang dalam mimpi. Aku benar-benar bersyukur untuk kehidupan yang Engkau hadiahkan kepadaku. Namun aku takut, Tuhan, dengan semua kebahagiaan yang aku rasakan, apakah aku akan seperti Ayub yang kehilangan segalanya dalam waktu 1 hari?

Doa ke-14.515

Tuhan, rasanya aku dapat memahami mengapa Engkau mengasihi manusia. Setiap proses kelahiran adalah suatu proses yang sangat istimewa. Aku selalu merasa tercekat setiap kali menyaksikan proses kelahiran anakku. Rasanya takjub dan ajaib. Hari ini adalah hari kelahiran Bungsu. Dan seperti biasanya aku selalu ikut menangis ketika mendengar tangisan bayi yang pertama. Apakah mereka keberatan karena berpisah dari pelukan-Mu dan masuk ke dunia? Mawar kelelahan tetapi tetap tampak cantik. Besok Putra dan Putri pasti sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan adik mereka. Terima kasih, Tuhan, untuk setiap berkat yang Engkau berikan.

Doa ke-15.078

Apakah aku yang sedang aneh. Tuhan, aku merasakan seperti ada sesuatu yang hilang namun tidak kusadari. Aku hanya merasa bahwa Mawar sedikit berbeda akhir-akhir ini. Dia lebih pendiam dari biasanya. Dia juga sedikit acuh pada anak-anak. Dan aku juga merasa jika Mawar sedikit menghindariku beberapa minggu terakhir ini. Namun mungkin semuanya ini hanya perasaanku saja karena Mawar selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Mungkin ia terlalu lelah mengurus 3 anak yang sedang tumbuh berkembang secara aktif dan juga pekerjaannya di kantor. Aku akan lebih banyak membantunya untuk urusan rumah dan menjaga anak. Namun mungkin saja aku sudah melakukan kesalahan yang tidak aku sadari. Tuhan, dapatkah Engkau menunjukkan kepadaku apa kesalahanku sehingga aku dapat memperbaikinya?

Doa ke-15.581

Tuhan, apakah aku adalah seseorang yang tidak tahu berterima kasih. Keluargaku sehat dan baik. Istriku cantik dan baik. Anak-anakku cerdas dan lucu. Pekerjaanku baik dan bisa dibilang bersinar terang. Hanya saja akhir-akhir ini, aku sering menyesali mengapa Mawar harus terus bekerja. Aku tahu aku sudah berjanji untuk membiarkannya terus bekerja ketika menikah dulu. Namun sekarang penghasilanku sudah lebih dari cukup untuk menghidupi satu keluarga. Aku ingin Mawar berhenti kerja. Bukan karena aku egois. Tuhan, Mawar begitu sibuk dengan pekerjaannya akhir-akhir ini. Dia sering pulang larut malam dan bahkan tetap bekerja di akhir pekan. Anak-anak merindukan ibunya. Mereka merasa kehilangan. Aku juga merindukan Mawar. Alangkah baiknya jika dia tidak bekerja dan berada di rumah untuk anak-anak. Apakah itu adalah sebuah permintaan yang egois, Tuhan?

Doa ke-15.607

Terima kasih, Tuhan. Hari ini kami merayakan ulang tahun Putri yang ke-11. Putri senang dengan pesta kejutan yang sudah kami siapkan. Satu titik yang sedikit menodai kebahagiaan perayaan ini adalah, Mawar tidak bisa menghadirinya karena harus keluar kota. Engkau yang maha kuasa, aku mohon, tolong kurangi beban pekerjaan Mawar. Terima kasih, Tuhan.

Doa ke-15.991

Aku sedih, marah dan merasa kecewa. Tuhan, hari ini adalah hari aku dan Mawar bertengkar hebat untuk pertama kalinya. Kami memang sering berselisih sebelumnya, tetapi itu lebih kepada perbedaan pendapat dan tidak ada pertengkaran. Penyebab pertengkaran ini adalah karena aku meminta Mawar untuk berhenti kerja. Mawar menolak dan mengamuk. Kami jadi bertengkar. Tanpa sadar aku menampar Mawar. Dia marah dan meninggalkan rumah. Aku sedih dan menyesal sekali. Aku akan meminta maaf jika Mawar kembali nanti. Sebelumnya aku juga ingin meminta maaf kepada-Mu. Ampuni aku, Tuhan. Dan Tuhan, tolong jaga Mawar dimanapun dia saat ini.

Doa ke-16.347

Tuhan, duniaku hancur dan berantakan. Aku kehilangan peganganku. Apa yang harus aku lakukan? Mawar ternyata berselingkuh dengan rekan kerjanya selama ini. Sudah 3 tahun mereka berhubungan. Mengapa aku tidak pernah menyadarinya? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Duniaku hancur. Aku merasa sangat kecewa dan sangat hati. Aku sangat mencintai Mawar, tetapi dia menghancurkannya. Masih dapatkah aku memaafkannya? Berat sekali rasanya, Tuhan. Hanya anak-anaklah penopangku sekarang.

Doa ke-16.573

Siapakah ayah Bungsu? Mawar tidak tahu. Aku tidak mau tahu. Dia adalah anakku. Aku menyayanginya. Aku tahu Engkau tahu siapakah ayah Bungsu. Aku mohon, jangan biarkan aku mengetahuinya dan terutama jangan sampai anak-anak mengetahuinya. Selamanya Bungsu adalah anakku, aku tidak akan berubah menyayanginya.

Doa ke-16.894

Tuhan, sudah lama sekali aku dan Mawar tidak saling bertegur sapa. Kami masih menjaga hubungan kami hanya demi anak-anak semata. Perasaanku masih kecewa dan sakit. Mawar sendiri tidak pernah menyesali perselingkuhannya. Dia bahkan mengaku telah jatuh cinta kepada selingkuhannya itu. Aku benar-benar kecewa. Bagaimanakah caranya aku dapat melalui semuanya mimpi buruk ini? Bantu aku, Tuhan.

Doa ke-17.123

Hari ini aku seperti mati. Mawar meminta cerai. Tuhan, sampai saat ini aku masih tidak dapat mempercayai kata-kata yang keluar dari mulutnya ini. Cerai. Mawar yang sangat mencintai firman-Mu dan yang telah membimbingku keluar dari kegelapan meminta cerai. Apa yang harus aku lakukan? Aku merasa hampa dan kosong. Tuhan, aku butuh bantuanmu.

Doa ke-17.439

Tuhan, apakah aku melakukan kesalahan dengan tidak mau menceraikan Mawar. Rumahku yang nyaman sekarang seperti medan perang. Entah sudah berapa lama aku dan Mawar tidak saling bertegur sapa. Kami bahkan tidak mau lagi tidur sekamar. Aku jijik melihat Mawar dan membayangkannya dalam pelukan pria lain. Anak-anak sudah merasakan ketegangan antara aku dan Mawar. Mawar tidak lagi mempedulikan anak-anak. Ini adalah mimpi buruk terberat dalam hidupku. Seandainya aku bisa, aku mau melompati masa-masa buruk ini dan melihat akhirnya. Aku tidak tahan lagi, Tuhan.

Doa ke-17.790

Tuhan, aku membenci Mawar. Aku tidak mengerti bagaimana cinta dapat berubah menjadi benci. Tetapi itulah yang aku rasakan sekarang. Melihat atau mendengar suara Mawar saja aku sudah merasakan kemarahan membakarku. Aku tidak peduli lagi dengan Mawar. Dia sekarang jarang berada di rumah. Dan itu bukan urusanku. Satu hal yang pasti, aku tetap tidak akan menceraikannya. Aku tidak mau berdosa dengan melakukan perceraian.

Doa ke-18.478

Tuhan, sekarang sudah 8 bulan aku dan Mawar tidak bertegur sapa. Mawar jarang pulang ke rumah. Anak-anak mulai berubah sekarang. Putra menjadi keras kepala dan suka melawan. Putri pendiam dan tertutup. Aku tidak tahu apa yang ada dikepalanya. Bungsu suka sekali berkelahi di sekolah. Aku membenci Mawar untuk apa yang sudah dia lakukan terhadap anak-anak. Tuhan, sampai kapankah mimpi buruk ini berlangsung?

Doa ke-18.981

Tuhan, apakah Engkau ada? Mengapa Engkau hanya diam saja selama ini? Mimpi buruk ini sudah berlangsung terlalu lama. Nilai-nilai Putra dan Putri hancur. Bungsu semakin nakal. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Doa ke-18.999

Hari ini Mawar meninggalkan rumah untuk selamanya. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat yang isinya “Selamat Tinggal”. Mungkin ini yang terbaik. Aku tetap tidak akan menceraikannya. Namun aku juga tidak dapat memaafkannya. Tuhan, apa yang harus aku katakan pada anak-anak?

Doa ke-19.018

Rasanya aku membenci-Mu juga, Tuhan. Dimanakah Engkau selama ini? Mengapa Engkau diam saja dengan semua mimpi buruk yang aku alami. Tetapi yang paling aku benci adalah karena Engkau tega membiarkan anak-anak menjadi korban dari masalah Mawar. Mereka tidak pantas untuk ikut menanggung masalah Mawar. Dimanakah kasih-Mu? Apakah Engkau berniat membalas semua perbuatanku ketika aku muda dahulu?

Doa ke-19.156

Tuhan, ini adalah doaku yang terakhir. Aku membenci-Mu. Engkau diam saja selama ini dan inilah akibatnya. Putra keras kepala dan sering membolos sekolah serta terancam tidak naik kelas. Putri tertutup dan aku tidak tahu apa yang dikerjakannya. Bungsu nakal dan suka berkelahi. Jika aku membenci Mawar, maka aku lebih membenci-Mu lagi. Aku tahu Engkau mampu mencegah semua mimpi buruk ini sejak awal.

Doa ke-19.157

Tuhan, ampuni aku karena kesombonganku. Setahun yang lalu aku berjanji untuk tidak akan berdoa lagi. Aku berkata bahwa aku dapat hidup sendiri tanpa-Mu. Tetapi ternyata aku tidak mampu. Selama-lamanya aku membutuhkan-Mu. Hidupku berantakan. Keluargaku hancur. Aku hancur dan putus asa. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan untuk memperbaikinya. Aku terlalu lelah untuk berusaha menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak-anakkku. Tuhan, sampai kapankah semua ini berlangsung?

Doa ke-19.373

Walaupun mimpi buruk masih ada, ternyata memang lebih menyenangkan dapat membaginya dengan-Mu, Tuhan. Mimpi buruk itu tidak lagi terlalu menakutkan. Dan aku dapat melihat ujung terang yang menanti dibaliknya. Tuhan, sekarang aku sudah pasrah. Jika Engkau hendak menghukumku karena semua kesalahanku dahulu, aku rela. Jika Engkau ingin mencobaiku seperti Ayub, aku rela. Satu pintaku, tolong janganlah anak-anak ikut menderita karena semua ini.

Doa ke-19.515

Tuhan, tolong jaga anak-anakku. Aku tahu mereka sangat terpengaruh dengan masalah aku dan Mawar. Aku sendiri masih tidak dapat memaafkan Mawar untuk apa yang sudah diperbuatnya. Apakah Engkau mau mendengar doa dari seseorang yang masih membenci orang lainnya?

Doa ke-19.598

Apa yang harus aku lakukan dengan anak-anakku? Semakin aku berusaha dekat dengan mereka dan menjadi ayah sekaligus ibu. Semakin mereka terasa menjauh dariku. Mereka menolakku. Aku sedih. Tuhan, seringkali aku menyesali pertemuanku dengan Mawar. Mungkin lebih baik dahulu ketika aku tidak pernah tahu seperti apakah keluarga yang sempurna bagiku. Lebih baik ketika hidupku tetap hancur seperti dahulu. Aku tidak perlu merasakan semua kepahitan ini.

Doa ke-19.762

Tuhan, aku sedih dan putus asa. Putra ternyata memakai narkoba. Apa yang harus aku lakukan dengannya? Bagaimana aku harus mengobatinya?

Doa ke-20.751

Dulu aku pikir kehancuran adalah ketika Mawar berselingkuh dan meninggalkan rumah. Tetapi ternyata kehancuran adalah ketika aku melihat anak-anakku satu persatu jatuh ke dalam jurang. Putra menjadi kecanduan narkoba. Putri sering tidak pulang ke rumah tidak jelas apa yang dikerjakannya. Bungsu tidak naik kelas. Aku tidak berdaya, Tuhan.

Doa ke-21.581

Tuhan, apakah aku bisa memaafkan Mawar suatu hari nanti? Sekarang memikirkan Mawar saja sudah membuatku sangat marah.

Doa ke-21.989

Tuhan, Putra sudah pulang kembali kerumah setelah melalui proses detoks. Tetapi dia sekarang seperti boneka. Hanya mengurung diri saja dalam kamar kerjanya. Dia adalah anak sulungku. Aku sedih memikirkannya.

Doa ke-22.567

Tuhan, terima kasih karena Putri pulang hari ini. Aku cemas ketika dia tidak pulang kerumah selama 1 minggu. Hatiku lega ketika mendengarnya mengendap-endap masuk ke dalam kamarnya.

Doa ke-23.191

Tuhan, walaupun terasa berat, namun untunglah satu tahun ini sudah kami lalui dengan baik. Aku dan anak-anak siap menghadapi tahun yang baru dengan semangat yang baru. Mungkin keluargaku sekarang berdiri diantara puing-puing, tetapi aku yakin, suatu hari kami pasti akan berhasil membangunnya kembali walaupun tanpa Mawar didalamnya. Terima kasih, Tuhan, untuk satu tahun yang telah berlalu ini.

Doa ke-23.789

Kami merencanakan untuk berlibur berempat. Aku dan anak-anak. Mungkin ini bagus untuk masing-masing dari kami. Tuhan, aku dan anak-anak berjanji untuk tidak menggunakan handphone, email, game atau komputer selama liburan ini. Walaupun anak-anak tidak begitu tertarik dengan liburan bersama ini, tetapi aku sungguh menantikannya.

Doa ke-23.892

Tuhan, hari ini hari pertama berlibur. Terima kasih karena Engkau sudah memberikan hari ini. Seperti yang bisa diperkirakan sebelumnya. Putra lebih banyak diam dan diam dalam dunianya sendiri. Putri mengeluh dan berkeluh kesah. Bungsu ngambeg karena tidak diperbolehkan bermain games.

Doa ke-24.327

Tuhan, terima kasih. Liburan ini berakhir juga. Walaupun pada awalnya terasa kacau balau, tetapi nyatanya kami berempat cukup mampu untuk bersenang-senang kembali. Rasanya seperti dahulu lagi. Hanya kali ini tidak ada Mawar didalamnya.

Doa ke-24.872

Tuhan, hari ini aku dan anak-anak sepakat untuk memulai kembali doa bersama kami setiap pagi seperti dahulu. Kami bertekad tidak akan menjadi kurban Mawar. Dia boleh melupakan kami tetapi dia tidak bisa menghancurkan hidup kami. Aku dan anak-anak akan mulai menata hidup kami tanpa Mawar.

Doa ke-25.012

Tuhan, sudah 3 hari kami memulai doa bersama. Canggung rasanya. Kami seperti orang asing. Anak-anak juga menjadi kikuk. Sudah terlalu lama kami larut dalam dunia kami masing-masing setelah Mawar pergi. Tetapi, terima kasih Tuhan untuk kesempatan doa bersama ini.

Doa ke-25.112

Terima kasih, Tuhan. Perlahan-lahan Putri mulai kembali dekat denganku. Dia mulai mau menceritakan masalah-masalahnya kepadaku. Hubunganku dengan Putra tetap kaku. Bungsu tetap sering seenaknya sendiri.

Doa ke-25.457

Tuhan, terima kasih. Aku benar-benar bahagia hari ini. Anak-anakku menyiapkan pesta ulang tahun kejutan untukku. Memang kuenya sedikit berantakan, tetapi aku sudah senang sekali. Terima kasih, Tuhan.

Doa ke-25.992

Hari ini aku belajar arti kata maaf. Ampuni aku, Tuhan, jika selama ini aku sudah berkeras hati. Engkau sudah mengampuniku sejak dulu tetapi aku tidak bisa mengampuni Mawar. Aku akan belajar untuk memaafkan Mawar walaupun aku tahu itu sukar untuk dilakukan. Tolong bantu aku, Tuhan, agar aku bisa melakukannya. Aku akan memulainya hari ini dengan mengatakan bahwa, “Aku memaafkanmu, Mawar”.

Doa ke-26.001

Terima kasih Tuhan, Putra sekarang tidak lagi menjadi seorang pecandu. Sungguh bangga aku melihat keberhasilannya keluar dari jurang narkoba dan kini mulai bekerja dengan giat. Tolong berkati kehidupan anak-anakku. Dan terakhir, tolong bantu aku agar aku dapat memaafkan Mawar.

Doa ke-28.909

Tak terasa sudah hampir tiga tahun Mawar meninggalkan kami. Terima kasih Tuhan, semuanya ini dapat kami lalui karena-Mu. Aku tidak pernah mengira sebelumnya bahwa hubunganku dengan anak-anakku dapat dipulihkan. Anak-anak menjadi dekat kembali denganku. Kini kami bahkan berdoa bersama setiap pagi dan malam hari. Bungsu sudah melupakan seperti apakah wajah Mawar. Aku sendiri menjadi bertanya-tanya seperti apakah Mawar sekarang. Memaafkan Mawar tetap merupakan hal tersulit untuk kulakukan. Setiap hari aku mengucapkan “aku memaafkan Mawar” tetapi hatiku tetap tidak dapat memaafkan Mawar. Kapan aku bisa memaafkan Mawar? Tolong ajari aku bagaimana cara-Mu memaafkan aku yang telah sangat berdosa kepada-Mu

Doa ke-29.705

Terima kasih Tuhan, hari ini Putri diwisuda. Putriku tampak sangat cantik dengan toga kelulusannya. Wajahnya sangat mirip dengan Mawar dahulu. Aku sedih memikirkan suatu hari nanti Putri akan menikah dan pergi dari sisiku. Sekarang saja sudah ada kakak kelasnya ketika kuliah yang terus mendampinginya. Aku menjadi tersisih. Tuhan, tolong carikan pasangan yang baik dan dapat membahagiakan Putri. Hanya itu pintaku untuk Putri.

Doa ke-32.276

Hari ini Bungsu bertanya padaku, “apakah tidak apa-apa untuk tidak membenci Mawar?” Aku bingung menjawabnya. Aku sendiri masih membenci Mawar dan tidak dapat memaafkannya. Tetapi setelah aku bertanya lebih lanjut ternyata Bungsu merasa dia tidak dapat membenci Mawar karena biar bagaimanapun Mawar adalah mama Bungsu. Lagipula Bungsu juga tidak kenal dekat dengan Mawar. Putra dan Putri mendesak Bungsu untuk membenci Mawar. Aku malu Tuhan, anakku yang termuda justru sudah menegurku karena aku tidak dapat memaafkan Mawar. Mungkin aku harus berpikir seperti Bungsu. Bagaimana pun juga Mawar adalah istriku dan tulang rusukku. Aku tidak dapat membencinya.

Doa ke-32.989

Tuhan, aku benar-benar senang. Hari ini Putra memperkenalkan kenalan wanitanya kepada kami sekeluarga. Dapat kulihat bahwa Putra sangat mencintai wanita itu. Wanita itu sangat lembut dan segera saja akrab dengan Putri dan Bungsu. Aku senang melihatnya. Pasangan pilihan-Mu untuk Putra sangat sesuai. Terima kasih Tuhan.

Doa ke-33.444

Satu minggu lagi Putra akan menikah. Baru satu jam lalu dia menghadapku. Dia memberitahuku bahwa dia sudah menemukan Mawar. Dan dia bahkan memberiku alamatnya. Namun kata Putra, dia tidak akan mengundang Mawar kepernikahannya. Putra masih sangat membenci Mawar. Aku kehilangan kata-kata. Aku tahu seharusnya aku meminta Putra untuk memaafkan dan mengundang Mawar. Tetapi apa yang dapat kulakukan? Aku sendiri masih tidak dapat melupakan Mawar. Akhirnya aku justru sepakat dengan Putra untuk menyembunyikan alamat Mawar dari Putri dan Bungsu.

Doa ke-40.145

Tuhan, cepat sekali waktu berlalu. Sekarang saja sudah separuh kepalaku beruban. Putra dan Putri sudah menikah semua dan aku sudah menjadi kakek dari tiga orang cucu yang lucu-lucu dan menggemaskan. Namun satu hal yang kupelajari dari tahun-tahun yang berlalu adalah tiba-tiba saja aku menyadari bahwa rasa benci kepada Mawar tidak sebanding dengan kebahagiaan yang aku dapatkan dari anak-anak dan cucu-cucuku. Aku merasa bahwa aku mulai dapat memaafkan dan menerima Mawar.

Doa ke-41.301

Tuhan, hari ini Bungsu menghadapku. Dia mau mencari Mawar. Dia hanya penasaran seperti apakah mama. Haruskah aku memberinya alamat Mawar? Bungsu sudah besar bahkan bisa dibilang dewasa. Tetapi aku tetap takut dia akan terluka ketika bertemu dengan Mawar nanti.

Doa ke-41.875

Tadi siang aku memutuskan untuk mengunjungi alamat Mawar. Tempat tinggalnya sangat sederhana. Mawar sedang tidak ada ditempat. Namun aku sempat berkenalan dengan Bulan dan Bintang anak-anak Mawar yang lahir setelah dia meninggalkanku. Akhirnya aku hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Mawar. Aku meminta Mawar untuk pulang dan berkumpul kembali. Anak-anak terutama Bungsu (Putra dan Putri masih membenci Mawar) ingin berjumpa dengannya.

Doa ke-41.902

Aku mengatakan pada Bungsu bahwa aku mengundang Mawar datang ke rumah. Jadi sebaiknya kita menunggu saja. Bungsu bertanya padaku, apakah aku sudah membenci Mawar. Dan untuk pertama kalinya aku dapat menjawab bahwa aku sudah tidak lagi merasakan kebencian pada Mawar. Mungkin pada akhirnya aku berhasil memaafkan Mawar. Sekarang aku justru merasa iba dengan Mawar. Terima kasih Tuhan.

Doa ke-42.333

Sudah satu bulan aku dan Bungsu menunggu kedatangan Mawar. Sambil menunggu, kami berdua berusaha meyakinkan Putra dan Putri untuk memaafkan Mawar dan menerimaknya kembali. Tetapi yang ditunggu tidak pernah kelihatan. Mungkinkah dia tidak menerima suratku? Tuhan, Kau tahu segala sesuatu, tolong beritahu aku apakah Mawar menerima suratku.

Doa ke-43.714

Tadi siang lagi-lagi aku berkunjung ke tempat Mawar. Dia tidak ada di rumah sedang bekerja. Kali ini aku tidak menitipkan surat tetapi aku menitipkan sejumlah uang. Aku yakin, Mawar pasti membutuhkan uang tersebut.

Doa ke-50.612

Sudah enam bulan dan tetap saja tidak ada berita dari Mawar. Padahal aku dan Bungsu sering berkunjung ketempatnya namun sayangnya Mawar selalu tidak ada ditempat. Aku dan Bungsu sungguh penasaran. Putri sudah mulai melembut. Menjadi ibu membuatnya lebih mampu untuk memaafkan Mawar. Putra masih keras kepala. Tuhan, tolong sampaikan pada Mawar bahwa aku, Putri dan Bungsu menantinya dirumah. Dan juga tolong buat Putra agar mau memaafkan Mawar.

Doa ke-76.124

Empat tahun sudah aku menunggu Mawar. Ternyata kepulangan Mawar lebih sulit daripada memaafkan Mawar. Malu untuk aku akui, sekarang aku justru menanti Mawar sambil sedikit berdebar seperti ketika masa sebelum aku menikahi Mawar dulu. Aku bahkan mulai merindukan Mawar akhir-akhir ini. Ingin rasanya aku mendatangi rumah Mawar dan memaksanya pulang. Bintang dan Bulan juga akan kuajak. Aku senang jika anak-anakku bertambah banyak. Sayang sekarang Mawar kembali menghilang dan aku tidak tahu alamatnya yang baru. Putra, Putri dan Bungsu juga sudah sangat menantikan Mawar. Tuhan, tolong sampaikan pada Mawar bahwa kami semua sudah memaafkannya.

Doa ke-77.012

Terima kasih Tuhan untuk ulang tahun yang aku habiskan bersama dengann keluarga. Hanya saja rasanya kurang lengkap tanpa Mawar. Dulu aku selalu bercita-cita untuk menghabiskan masa tuaku dengan Mawar.

Doa ke-80.717

Tuhan, aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya. Aku sangat terkejut. Hari ini Mawar datang kerumah. Dia sudah sangat berubah. Rambutnya sudah memutih dan kelihatan lelah. Dia tampak ragu sebelum masuk ke dalam rumah. Aku senang. Akhirnya Mawar pulang. Aku memeluknya dan mengajaknya masuk. Terima kasih, Tuhan. Bagaimanakah aku harus berterimakasih kepadamu?

Doa ke-81.987

Sudah satu tahun aku tinggal bersama dengan Mawar kembali. Rasanya aku dan Mawar kembali ke jaman ketika kami baru menikah dulu. Sungguh indah rasanya. Terimakasih Tuhan, Engkau sudah memaafkan bahwa maaf jauh lebih indah daripada kebencian. Aku tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Mawar dahulu. Yang penting dia sudah kembali dan keluargaku menjadi lengkap bahkan bertambah banyak dengan kehadiran Bulan dan Bintang.

Doa ke-82.345

Tuhan, terima kasih. Tahun ini kami dapat merayakan Paskah bersama-sama lengkap dengan Mawar. Kini rasanya aku lebih memahami arti pengorbanan-Mu dengan semua yang aku alami.

Doa ke-90.122

Sudah satu minggu aku tergolek dirumah sakit. Tuhan, aku sedih melihat anak-anak mencemaskanku. Aku lebih sedih lagi melihat Mawar yang terus menungguiku. Namun, Tuhan aku siap jika aku harus meninggal. Aku hanya memohon padamu agar keluarga tidak terlalu sedih dan siap ketika aku meninggal nanti.

Doa ke-90.557

Terima kasih Tuhan, karena menjemputku. Aku tahu itu Engkau. Sekarang aku dapat berbincang langsung berhadapan dengan-Mu. Aku dapat mengucapkan terimakasih untuk keluarga secara langsung kepada-Mu.

***

Aku tidak menuliskan lebih banyak lagi. Tugasku untuk bercerita atau menulis ulang sudah selesai. Harus aku akui jauh lebih menyenangkan membawa doa daripada menuliskannya.

Sebelum aku lupa, jika kamu merasa bahwa doa ini mirip atau sama dengan doamu, jangan khawatir. Ini bukan doamu. Pemilik doa ini atau orang-orang yang mengenalnya tidak akan mungkin membaca tulisan ini karena kuasa Yang Maha Kudus.

Sekian tulisanku. Aku akan kembali bekerja.

Amazing Grace lyrics

John Newton (1725-1807)

Amazing Grace, how sweet the sound,

That saved a wretch like me ….

I once was lost but now am found

Was blind, but now I see.

**

Twas Grace that taught my heart to fear.

And Grace, my fears relieved.

How precious did that Grace appear

The hour I first believed.

**

Through many dangers, toils and snares

I have already come;

‘Tis Grace that brought me safe thus far

and Grace will lead me home.

**

The Lord has promised good to me.

His word my hope secures.

He will my shield and portion be,

as long as life endures.

**

Yea, when this flesh and heart shall fail,

and mortal life shall cease,

I shall posses within the veil,

A life of joy and peace.

**

When we’ve been here ten thousand years

Bright shinning as the sun.

We’ve no less days to sing God’s praise

Than when we’ve first begun.

**

Amazing Grace, how sweet the sound,

That saved a wretch like me ….

I once was lost but now am found

Was blind, but now I see.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s