Dear God – protes untuk ketidakadilan

Suatu hari aku menulis surat kepada Tuhan. Dalam surat tersebut aku tumpahkan semua uneg-uneg dan kejengkelanku. Aku memprotes Tuhan untuk setiap ketidakadilan yang aku terima. Bagiku Tuhan tidak adil dan pilih kasih.

Aku memprotes Tuhan karena aku harus selalu mengalah setiap kali bertengkar dan berselisih dengan keluargaku.

Aku tidak terima ketika aku menjadi pihak yang disalahkan ketika aku melakukan sesuatu yang benar. Yang membuatku lebih marah lagi adalah ketika pihak yang curang justru diperlakukan sebagai pihak yang benar.

Aku mengadukan kekesalanku ketika aku berjibaku untuk membantu orang lain sedangkan yang aku tolong justru tenang-tenang saja dan tidak acuh padahal sebenarnya dia sangat membutuhkan bantuanku.

Aku tidak terima ketika bawahanku memperlakukanku dengan tidak hormat karena mereka lebih tua usianya dariku. Aku adalah atasan mereka dan aku dapat memberikan penilaian yang buruk jika aku mau.

Aku kesal ketika aku harus kerepotan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh pembantuku.

Mengapa harus selalu aku? Aku sudah tidak tahan lagi. Aku menuntut keadilan Tuhan. Aku menagih janji-Nya untuk menegakkan keadilan.

***

Beberapa hari kemudian aku mendapat balasan dari Tuhan. Balasan itu dikirim dalam bentuk sebuah paket berbentuk segi empat dibungkus dengan kertas berwarna keemasan yang sangat istimewa dan dihiasi dengan pita yang berwarna ungu. Dalam paket itu terdapat sebuah buku dan sepucuk surat.

Surat itu ditulis diatas sehelai kertas berwarna jingga dan berbau harum yang sangat menawan. Tulisan tangan dengan menggunakan tinta keemasan juga sangat indah. Tidak pernah sebelumnya aku melihat tulisan tangan yang begitu indah dan sempurna. Tulisan itu tampak seperti sebuah lukisan.

Aku mulai membaca surat tersebut.

***

Anak-Ku tersayang,

Terima kasih untuk surat yang engkau kirimkan. Aku senang sekali menerimanya.

Aku turut prihatin dengan semua masalahmu. Sebelum Aku menjawab suratmu dan tuntutanmu akan keadilan, aku ingin agar engkau membaca dahulu buku yang aku kirimkan ini. Ini adalah sebuah buku yang menarik dan tidak akan membuatmu bosan ketika membacanya. Ada banyak sekali kisah didalamnya.

Engkau akan menemukan kisah tentang seorang anak yang dikirim ayahnya untuk dihukum, disiksa dan dibunuh untuk kesalahan yang tidak pernah dilakukan sang anak. Anak tersebut justru melakukan perintah ayah dengan sukarela karena dia tahu perbuatannya itu dapat menyelamatkan ratusan juta nyawa manusia lain. Dia tidak pernah merasa bahwa sang ayah telah berlaku tidak adil terhadapnya.

Ada juga kisah tentang seorang guru agung yang rela mencucikan kaki-kaki kotor murid-muridnya untuk mengajarkan bahwa melayani adalah tugas setiap orang tak peduli setinggi apa jabatan seseorang.

Juga ada kisah tentang seorang raja agung yang diahirkan di kandang domba yang sangat sederhana. Kehidupan yang mewah dan gemerlap tidak pernah ada dalam hidupnya.

Ada juga dikisahkan tentang seorang yang datang dari jauh dan berjerih lelah untuk mengajarkan kebenaran tetapi justru ditangkap dan disalibkan oleh orang-orang yang tidak mau menerima ajarannya.

Masih banyak kisah yang lain. Aku akan membiarkan engkau menemukannya sendiri kisah-kisah yang indah tersebut.

Anakku, setelah selesai membaca buku ini, jika engkau masih hendak menuntutku atas semua permasalanmu, maka aku dengan senang hati akan menerima suratmu dan membahasnya satu persatu denganmu.

Salam kasih,

Dari Tuhan yang mengasihimu

***

Aku membaca buku yang dikirimkan Tuhan selama satu minggu. Buku tersebut seolah-olah menghisapku. Aku tidak dapat berhenti membaca. Bahkan ketika aku sudah membaca hingga halaman terakhir aku terus membalik berharap masih ada halaman yang belum aku baca.

Kisah-kisah yang ada sungguh menarik dan menyentuhku. Ajaibnya setelah aku selesai membaca buku tersebut, aku tidak lagi ingin menggugat dan menuntut Tuhan untuk setiap ketidakadilan yang aku rasakan tidak pantas aku terima.

Sekarang setiap kali ada yang datang dan berkeluh kesah tentang ketidakadilan yang dialaminya, aku akan meminjamkan buku dari Tuhan untuknya. Di kemudian hari karena banyaknya yang ingin meminjam, aku menyalin buku tersebut dan memberikannya kepada orang-orang yang menginginkannya.

Jika kamu juga merasa bahwa kamu telah diperlalukan tidak adil, maka aku bersedia memberikan salah satu salinan buku dari Tuhan untukmu. Janganlah merasa ragu untuk menghubungiku. Atau jika kamu mau, kamu dapat berkirim surat langsung kepada Tuhan seperti aku dahulu. Aku tahu, Tuhan pasti akan menjawab suratmu dengan senang hati.

***

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s