Kuis Alkitab

Di bawah ini terdapat 13 kisah Yesus yang diceritakan kembali dari sudut pandang murid-murid-Nya. Cobalah untuk mencari teks Injil yang sesuai.

Pada bagian bawah terdapat pilihan jawaban untuk memudahkan mencari.

====

Soal 1

====

Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana aku pertama kali bertemu dengan Mesias. Waktu itu kami semua baru kembali dari mencari ikan dan aku sedang membereskan jaringku. Kemudian Mesias tiba-tiba mendatangi kami, naik ke perahuku serta menyuruhku untuk kembali berlayar dan menangkap ikan. Aku agak sedikit ragu, karena semalaman kami telah mencoba menangkap ikan tetapi tidak berhasil. Namun kuturuti juga permintaan-Nya. Dan ternyata kami berhasil menangkap banyak sekali ikan. Kemudian Mesias, yang untuk seterusnya kupanggil Guru berkata kepada kami, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Sejak itu aku selalu mengikuti Guruku.

====

Soal 2

====

Bersama dengan Guruku, aku menyaksikan banyak sekali mujizat yang dilakukan-Nya. Ketika ibu mertuaku sakit dan kebetulan Guru berkunjung ke rumah, Ia menyembuhkan ibu mertuaku hanya dengan memegang tangannya saja.

====

Soal 3

====

Bertiga dengan Yakobus dan Yohanes kami menyaksikan bagaimana Guru membangkitkan anak perempuan Yairus yang baru saja meninggal dunia. Guru memegang tangan anak itu dan berseru “Talitakum!” dan kemudian anak itu bangkit berdiri seolah-olah baru bangun dari tidur.

====

Soal 4

====

Aku juga pernah nyaris tenggelam ketika sedang berjalan di atas air untuk menyusul Guru. Aku takut ketika aku merasakan angin kencang yang meniupku. Rasanya tidak mungkin aku dapat mencapai ke tempat Guru. Aku ragu karena bukankah sejak dulu memang tidak mungkin manusia dapat berjalan di atas air. Untung saja Guru segera menolong dan menegurku, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?

====

Soal 5

====

Walaupun sejak pertama kali mengikuti-Nya aku tahu bahwa Guru adalah Mesias yang dijanjikan itu, namun aku baru mengatakannya pertama kali ketika Guru bertanya kepada kami, ”Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Spontan aku menjawab, “Mesias dari Allah.

====

Soal 6

====

Ketika Guruku menyatakan untuk pertama kalinya bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan, dibunuh dan kemudian bangkit pada hari ketiga. Aku berpendapat, bahwa Guruku yang telah melakukan banyak mujizat pasti mampu menghindari semua kejadian ini. Ternyata Guru justru menegurku ketika aku menyatakan pendapatku ini. “Enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.

====

Soal 7

====

Suatu hari Guru mengajak aku, Yohanes dan Yakobus untuk berdoa di atas gunung. Lalu tiba-tiba Guruku berubah, pakaian-Nya menjadi sangat putih dan berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun yang dapat membuat pakaian seputih itu. Kami juga melihat Musa dan Elia sedang berbincang-bincang dengan Guru. Dalam kebingunganku, aku mengusulkan agar didirikan tiga kemah untuk Guru, Musa dan Elia. Tiba-tiba terdengarlah suara, “Inilah Anak yang kukasihi, dengarkanlah Dia.

====

Soal 8

====

Sebelum Guru diserahkan untuk diadili, sebelum hari raya Paskah, Guru mengadakan perjamuan makan bersama. Sebelum perjamuan makan malam dimulai, Guru mengambil baskom berisi air dan kain bersih. Kemudian Ia mulai membasuh dan menyeka kaki kami semua yang hadir di situ. Ketika tiba giliranku, aku menolaknya. Tidak pantas Guruku membasuh kakiku seperti seorang pelayan. Aku berkata, “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Tapi Guru menjawab, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau , engkau tidak akan mendapat bagian dalam Aku.” Aku sangat ingin ikut Guruku kemana pun Ia pergi, karena itu aku meminta Guru supaya membasuh mulai dari kepalaku saja. Guruku berkata bahwa jika seseorang telah mandi, dia tidak perlu lagi membersihkan seluruh badannya. Cukup kaki saja. Akhirnya aku menurut dengan kata-kata Guru. Setelah selesai membersihkan kaki kami semua, Guru memulai perjamuan makan malam yang akan terus dikenang sepanjang masa.

====

Soal 9

====

Dalam perjamuan makan malam itu, Guru juga memberiku sebuah peringatan. “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.” Sejujurnya saat itu, aku tidak terlalu yakin dengan ucapan Guru ini. Aku telah bertekad untuk ikut dan terus setia kepada Guru, tidak akan pernah sekalipun aku akan menyangkal Guru.

====

Soal 10

====

Ketika Guru ditangkap oleh serdadu-serdadu di taman Getsemani, aku terus mengikuti-Nya tapi aku tidak ikut ke dalam ruangan, hanya menunggu di halaman saja. Aku tidak percaya bahwa Guruku yang telah melakukan banyak mujizat dapat ditangkap semudah itu. Aku benar-benar takut saat itu. Jangan sampai mereka mengenalku sebagai orang yang dekat dengan Guru, bisa-bisa aku ikut ditangkap dan dipenjara juga. Aku mati-matian menyangkal bahwa aku kenal dengan Guru. Itu aku lakukan sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Guru benar. Aku tidak percaya aku melakukannya. Tapi aku benar-benar menyangkal Guruku TIGA KALI hanya beberapa jam setelah diperingatkan Guru. Aku malu, kecewa, dan kesal sekali pada diriku.

====

Soal 11

====

Apakah Guruku benar-benar telah bangkit seperti yang diberitakan oleh perempuan-perempuan itu? Rasanya semua berlangsung seperti mimpi. Kami semua patah semangat, ketika Guru ditangkap dan akhirnya meninggal. Dia yang sangat kami percayai dan telah melakukan banyak mujizat ternyata tidak dapat menyelamatkan diri-Nya ketika disalib. Sekarang siapa yang akan membimbing kami? Siapa yang akan menjadi penolong kami? Kami ketakutan, jangan-jangan orang-orang itu juga akan menangkap kami. Tapi aku sungguh penasaran mendengar cerita mereka. Aku memutuskan bahwa aku harus melihat makam Guru. Dan tahukah kalian apa yang aku lihat di sana? Aku melihat makam kosong dengan kain kafan yang terlipat rapi, tidak ada jenazah Guru.

====

Soal 12

====

Guru benar-benar telah bangkit. Aku percaya itu sekarang, Ia juga sudah menampakan diri-Nya kepada kami. Hari itu, kami sedang pergi menangkap ikan, Guru menunggu kami di tepi Danau Tiberias. Pada mulanya kami tidak mengenali Guru. Namun ketika Ia meminta kami untuk menebar jala ke sebelah kanan, murid yang dikasihi Guru mengenal-Nya dan berkata, “Itu Tuhan.” Aku mendengar itu dan segera terjun dari perahu serta berenang mencapai tempat Guru berdiri. Aku ingin secepatnya bertemu dengan Guru.

====

Soal 13

====

Guru dan kami sarapan bersama di tepi Danau Tiberias. Setelah kenyang, Guru bertanya padaku, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Aku menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Guru berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Tiga kali Guru bertanya hal yang sama, tiga kali aku menjawab hal yang sama, tiga kali pula Guru memintaku untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Aku tidak terlalu mengerti maksud Guru dengan pertanyaan-Nya ini. Tapi aku sungguh sedih sekali mendengarnya.

Yohanes 13:1-20

Lukas 9:18-21

Matius 14:22-32

Yohanes 21:15-19

Markus 1:29-34

Matius 16:21-28

Lukas 24:1-12

Markus 9:2-13

Matius 26:69-75

Yohanes 21:1-14

Lukas 5:1-11

Markus 5:35-43

Lukas 22:31-34

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s