Polisi / Preman Tidur

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafikm karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”

Matius 23:13

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Ketiga (2001), Polisi Tidur adalah bagian permukaan jalan yang ditinggikan secara melintang untuk menghambat laju kendaraan. Di Indonesia, penggunaan Polisi Tidur diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Berdasarkan peraturan tersebut, Polisi Tidur hanya memiliki sudut kemiringan 15% dan tinggi maksimum tidak lebih dari 150mm. Selain itu juga harus dilengkapi dengan marka berupa garis serong dengan cat berwarna putih atau kuning.

Dahulu aku tinggal di sebuah kompleks perumahan yang memiliki banyak sekali polisi tidur. Dari pintu gerbang perumahan hingga mencapai rumah terdapat 30 polisi tidur. Berbeda dengan Polisi Tidur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 3 Tahun 1994, Polisi Tidur dalam kompleks tersebut sangat tidak teratur.

Rata-rata setiap jarak tiga rumah akan membuat Polisi Tidur. Tidak ada petunjuk. Hanya sedikit yang dilengkapi dengan marka garis serong. Sebagian besar menyerupai anak tangga karena terlalu terjal. Beberapa tidak dapat dilalui oleh mobil sedan yang sudah dipendekkan. Beberapa polisi tidur dapat menghilang tiba-tiba atau muncul hanya dalam waktu satu malam. Banyak kecelakaan terjadi justru karena keberadaan Polisi Tidur. Alih-alih menjalankan fungsinya, Polisi Tidur tersebut justru membuat perjalanan menjadi semakin berbahaya terutama bagi pendatang baru yang tidak terbiasa melaluinya. Sebagian penghuni perumahan tersebut menyebutnya sebagai Preman Tidur.

Hal ini mengingatkanku akan kehidupan kita sebagai seorang Kristiani. Apakah selama ini aku menjadi Polisi Tidur dengan ketaatanku pada Firman Tuhan? Atau apakah telah menjadi seorang Preman Tidur yang akhirnya justru menjadi batu sandungan bagi orang-orang disekitar kita ?

Polisi Tidur tidak mencelakakan orang lain dan menjadi contoh bagi orang lain. Hidupnya adalah kesaksian akan kasih Kristus. Fungsi sebagai Polisi Tidur dilakukan berdasarkan kasih dan ketulusan tanpa pamrih. Selain itu juga berdasarkan pemahaman akan berdasarkan firman Tuhan.

Preman Tidur  mencelakakan orang lain. Preman Tidur seolah-olah menjadi contoh bagi orang lain dan bersaksi bagi kasih Kristrus namun justru menjadi batu sandungan. Fungsi Polisi Tidur dilakukan karena ingin mendapatkan pujian. Seringkali Preman Tidur justru tidak memahami firman Tuhan dan hanya berpura-pura memahami saja.

Jadi apakah Anda adalah seorang Polisi atau Preman Tidur ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s