Kakakku, Aku dan Maaf

Matius 6:15  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Pepatah mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohon. Seperti itulah kakakku dan keponakanku mempunyai sifat yang sama.

Keduanya sama-sama miss ring ring (keponakanku baru 21 bulan tapi sudah tahu telepon dan meminta untuk disambungkan telepon).
Pemarah.
Tidak sabaran.
Jika main ke rumah suka mengambil barang yang kemudian jadi hak milik.
Berisik.
Maunya ditemani.
Egois.

Aku tidak suka sifat kakakku yang seperti itu. Terutama egois dan suka mengambil barang dan kemudian jadi hak milik. Kesal dan jengkel. Apalagi jika kemudian barang itu disia-siakan.
Awalnya kejengkelanku dengan kakakku hanya untuk kasus sepele. Pakaian, makeup, bersih-bersih rumah.
Namun seiring dengan waktu kejengkelan bertambah. Masalah juga menjadi lebih rumit. Tempat tinggal, kendaraan, kebutuhan rumah tangga. Rasanya aku yang selalu harus mengalah.
Lama aku berdoa agar kakakku berubah. Tapi Tuhan diam saja.

Sampai akhirnya aku sadar, mengapa dengan ponakanku yang memiliki sifat yang sama aku dapat bersabar? Aku tetap mengasihi keponakanku walaupun dia egois dan mau menang sendiri. Walaupun banyak barangku berpindah milik.

Dan kemudian aku menyadari ajaran Tuhan dari semua hal ini.
Ketika aku berdoa agar aku tidak menjadi batu sandungan atau akar pahit, Tuhan benar-benar mendengarkannya. Ia membentukku. Ia mengajariku.
Mungkin kakakku tidak pernah berubah. Mungkin kakakku akan berubah suatu hari nanti.
Tapi ini semua bukan tentang dia. Ini tentang aku dan Tuhanku. Tentang bagaimana aku bersikap. Aku dapat menjadi pahit dengan sifat kakakku dan menyebarkan kepahitan itu kesekelilingku. Atau aku dapat memilih menjadi pembawa kasih Tuhan dan selalu memaafkan kakakku dengan kasih.
Aku tahu aku dapat melakukannya. Aku memiliki Tuhan maha pengampun yang telah memberi contoh di atas salib.
Aku tahu aku sanggup melakukannya karena Tuhan telah mengajariku kasih tanpa syarat melalui hubunganku dengan keponakanku.
Karena itu sesulit apapun aku akan selalu berusaha untuk memberikan ampun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s