Shampo Madu untuk keramas

Berawal dari cita-cita untuk mengikuti gerakan no poo alias gerakan keramas tanpa shampo yang sepertinya sedang trend saat ini dengan alasan berikut :
1. Pengiritan (saya keramas setiap hari karena rambut berminyak).
2. Mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia buatan pabrik.
3. Lebih ramah lingkungan.
4. Shampo pabrik membuat produksi minyak di kepala semakin banyak.

Saya mulai mencari resep yang paling mudah dibuat dengan bahan yang paling mudah didapatkan. Mulanya ingin memakai soda kue dan cuka apel. Namun ternyata setelah konsultasi lebih lanjut dengan mbah google, soda kue tidak terlalu disarankan karena membuat rambut menjadi sangat kering dan rusak.

Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan madu. Resep ini cocok. Di rumah selalu tersedia madu, resepnya juga mudah. Karena saya tipe malas, jadi saya hanya mengambil madu secukupnya kemudian dibilas ke kepala. Tunggu beberapa menit kemudian dibilas lagi dengan air.

Setelah percobaan pertama, cita-cita saya untuk beralih ke no poo langsung batal karena hari ke-2 kepala menjadi sangat berminyak dan gatal (masa transisi).
Jadi saya tetap keramas dengan shampo biasa namun saya sudah tidak keramas setiap hari melainkan diselang satu hari. Pada hari Sabtu atau Minggu tergantung dari jadwal keramas, saya tetap keramas hanya dengan menggunakan madu saja yang dilanjutkan dengan pembilasan dengan cuka apel. Hasilnya adalah rambut lebih halus, tidak terlalu berminyak, dan rontok berkurang. Dan jika memperhatikan pohon kelapa dikepala, sepertinya banyak rambut baru yang tumbuh.
(Madu melembabkan rambut, cuka apel membersihkan zat kimia yang menempelnya serta menyeimbangkan ph kulit kepala. Ada juga yang bilang cuka apel dapat menyuburkan rambut).

Setelah satu bulan sukses keramas dengan madu satu minggu sekali, saya siap untuk menambah frequency keramas dengan madu. Tapi saya mulai menyadari efek-efek lain. Rambut yang tidak hitam-hitam sekali sekarang warnanya menjadi semakin coklat nyaris seperti di cat. Saya juga sudah menemukan 4 helai uban, padahal sebelumnya tidak ada. Karena tidak mau mengakui faktor umur dan faktor genetika (2 sepupu saya sudah beruban sejak sma), saya kembali melakukan konsultasi pada mbah google. Saya mencurigai madu karena saya juga memakai madu untuk wajah.
Hasil konsultasi sepertinya mendukung kecurigaan yaitu bahwa madu dapat memberikan ‘highlight’ pada warna rambut. Nah pada kasus saya berubah menjadi kecoklat-coklatan (dan mungkin penyebab uban tumbuh). Sebenarnya saya suka warna rambut yang sekarang karena seperti di cat, tapu saya takut dengan uban. Jadi selamat tinggal shampo madu walaupun saya sudah cocok. Mungkin shampo ini lebih cocok untuk yang berambut pirang.

Seperti yang sering diinformasikan resep dan takaran shampo natural berbeda-beda untuk setiap orang, efek yang diberikan juga berbeda-beda.Kepada setiap orang yang berambut hitam dan mau mencoba shampo madu harap perhatikan apakah ada perubahan warna rambut atau uban.

Sekarang saya mulai mencari-cari lagi resep tradisional mudah dan praktis yang lebih cocok untuk rambut gelap untuk keramas. Selama belum menemukan pengganti madu, saya mungkin akan tetap memakai madu sebulan sekali dan setiap minggunya tetap membilas rambut dengan cuka apel.

Shampo Madu
1 sendok makan madu asli (kalau bisa bukan yang dijual di supermarket)
2 sendok makan air
Madu dicampur dengan air kemudian gosokkan ke kulit kepala seperti keramas dengan shampo biasa. Tunggu beberapa saat kemudian bilas dengan air.
(Saya mengisi waktu dengan masker muka dan scrub badan).

Bilasan Cuka Apel
1 sendok makan cuka apel
4 sendok makan air (saya menggunakan air yang lebih banyak lagi karena bau)
Setelah keramas entah dengan no poo atau shampo biasa dan rambut bersih. Campur cuka apel dan air. Kemudian siramkan merata ke kepala (tutup mata karena perih). Kemudian bilas dengan air.
Bau cuka apel akan hilang setelah rambut kering. Tidak ada lalat atau nyamuk yang terbang di dekat saya setelah rambut kering jadi saya anggap sudah tidak berbau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s