Tetangga Antik bin Aneh

Kehidupan bertetangga itu seperti kehidupan rumah tangga. Ada suka dukanya. Ada yang lebih banyak suka daripada duka. Ada yang seimbang. Namun ada juga yang lebih banyak dukanya.
Dan saya termasuk kategori terakhir. Dikelilingi oleh tetangga sadis.

Tetangga sebelah kanan melarang mobil parkir di jalan depan rumahnya. Alasannya punya mobil 4.

Tetangga sebelah kiri suka karaoke kencang-kencang dan terkadang suka memetik (tanpa ijin) bunga anggrek yang sedang mekar cantik di pot.

Tapi keantikan mereka masih tidak dapat dibandingkan dengan tetangga depan rumah.
Karena kebetulan jalan depan rumah hanya dapat dilalui 2 mobil jadi sesama tetangga harus mengalah. Siapa yang boleh parkir di jalan tersebut.
Adapun tetangga depan rumah hanya memiliki 1 mobil jadi beliau tidak perlu parkir di jalan. Cukup di halaman rumah. Rumah saya kadang ada 3 mobil (jika ada tamu menginap). Mobil yang ke-3 pasti harus parkir di jalan karena garasi dalam rumah tidak cukup.
Rupanya tetangga antik depan rumah tidak rela tidak pernah parkir dijalan depan rumahnya.
Alhasil dia pun membeli lagi satu mobil yaris untuk pajangan. Tidak pernah dipakai namum cukuplah untuk punya alasan parkir di jalan. Kami mengalah karena ada sopir yang mengurusi parkir.
Suatu hari tetangga antik berulah.
Setelah saya menikah, saya masih sering mampir ke rumah. Nah suatu hari karena parkir dalam rumah penuh dan karena tetangga antik belum pulang, saya parkir di depan rumah.
Saya kira tidak masalah.
Siapa sangka 2 jam kemudian rumah dibel satpam. Diminta tolong untuk memindahkan mobil karena mobil tidak bisa masuk.
Wow, ternyata tetangga antik tetap ngotot parkir di jalan depan rumahnya. Jadi yang tersisa adalah gang hanya cukup untuk sepeda.
Itu sih namanya mencari masalah. Tapi kata papa jangan berantem. Akhirnya yah mengalah deh.
Sambil dalam hati ngedumel dan curhat ke Big Bos diatas. (Pembalasan adalah milik Big Bos di atas) Masa sih anak-Nya dianiaya tetangga terus dan Big Bos diam saja. Hehehehehe.
Yang tidak habis pikir, tetangga antik depab rumah itu beragama Budha taat. Kalau pembantu membunuh semut saja ditegur. Kok sama sesama manusia malah antik tak mau mengalah.
Dulu juga saya pernah minta tolong menggeser sedikit mobil karena susah keluar dari dalam rumah, eh malah pura-pura tidak ada di rumah.

Semoga antiknya tidak berlanjut. Untuk setiap masalah, akhirnya saya adukan saja ke Big Bos. Keadilan milik Tuhan. Sambil intropeksi supaya saya juga tidak melakukan hal yang sama seperti tetangga itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s