Sebuah Mimpi dari Tuhan

Suatu malam ketika tidur, aku mendapatkan mimpi yang aneh. Dalam mimpi tersebut tidak ada seorang pun yang aku kenal. Bahkan tempat dalam mimpi tersebut pun tidak aku ketahui. Dalam mimpi tersebut aku ditarik ke masa dahulu.
Masa sebelum ada teknologi canggih seperti telepon genggam, komputer, televisi dan lain sebagainya. Masa sebelum perang salib. Masa sebelum Tuhan Yesus turun menjadi manusia. Ini adalah masa pada kehidupan awal manusia.
Aku melihat sebuah keluarga sederhana. Sang ayah dengan rambut ikal bergelombang mengenakan baju yang terbuat dari kulit domba tengah mengurus ladang. Selain membajak ladang, sang ayah juga mengurus hewan-hewan ternak yang berbentuk seperti kambing namun sebesar sapi peliharaan keluarga tersebut.  Sang ibu dan anak-anak bermain-main didalam rumah sederhana yang terbuat dari jerami. Keluarga kecil itu adalah keluarga yang bahagia.
Kemudian aku seperti dibawa terbang ke atas. Dan baru aku sadari bahwa keluarga kecil itu adalah bagian dari sebuah perkampungan kecil yang damai.
Sayangnya kedamaian tersebut tidak berlangsung lama. Tiba-tiba terdengar bunyi bergemuruh dan langit menjadi gelap gulita. Aku tidak tahu apakah itu. Namun aku melihat seluruh warga perkampungan itu melihat ke langit dan menjadi ketakutan. Bunyi bergemuruh menjadi semakin kuat dan langit menjadi menjadi semakin gelap. Apa pun juga yang menakutkan itu bergerak semakin dekat ke arah perkampungan.
Seisi kampung berlarian ketakutan. Keluarga kecil yang aku lihat sebelumnya juga ikut melarikan diri. Namun mereka tertinggal jauh dibelakang.
Hingga akhirnya kegelapan meliputi mereka.
Aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada mereka.
Dan kemudian aku melihat sang ayah berada dalam sebuah ruangan kosong dengan didampingi seseorang yang berperan sebagai narator.
Aku bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi?”.
Narator menjawab bahwa ia telah diselamatkan.
Lalu aku bertanya apa yang akan terjadi berikutnya.
Dan kemudian ada suara yang menjawab.
“Semua sudah diatur oleh Tuhan. Tidak ada yang tahu rencana-Nya. Hanya dapat mempercayai-Nya.”

Dan kemudian aku terbangun.

Note : Aku tidak tahu apa makna mimpi tersebut. Apakah mimpi itu hanyalah bunga tidur atau sesuatu yang istimewa dari Tuhan penciptaku? Yang pasti mimpi itu aku dapatkan ketika aku tengah tidak yakin dengan produksi ASI untuk anakku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s