Bersyukur

Suatu pagi ketika aku sedang bersiap untuk berangkat kerja. Kulihat isi lemari bajuku. Aneka model baju warna warni yang tersusun rapi ataupun digantung tak ada satu pun yang menarik hati. Gaun, blus, kemeja, cardigan, celana panjang, atau blazer. Semua tampang usang dan ketinggalan jaman. Tidak ada yang cocok.
“Ah kapan terakhir kali aku membeli baju baru?”, batinku. “Bingung hendak memakai baju apa.”
Dan kemudian aku mendengar suara kecil itu.
“Bersyukurlah jika bingung. Banyak orang yang tidak pernah merasakan bingung karena hanya memiliki satu dua helai baju.”
Dan seketika setiap baju tampak menarik.
Terimakasih Tuhan untuk berkat-Mu.

Daud vs Goliath

GSM : bagaimana cara Daud mengalahkan Goliat?
M : pakai air aja biar kepeleset trus jatuh.

Gsm = guru sekolah minggu
M = murid 3 tahun

Balita… balita

Percakapan dengan iting (balita hampir 4 tahun)

Iting : badan popo lagi dimelarin yah.
(Popo = nenek; melihat neneknya sedang dipijat … mungkin seperti membuat adonan roti atau dough)

————————–
Iting : ayie mau sarapan apa?
Ayie : kokocrunch
Iting : ketoprak belum buka, adanya roti.
Ayie : kokocrunch
Iting : ini organik loh
(Ayie = tante)

Kumur Air Garam

Resep obat sariawan dan gusi bengkak : kumur air garam pagi dan malam hari.
Cepat sembuh.

Don’t Worry Be Happy

Berikut adalah kisah singkat yang menunjukkan pemeliharaan Tuhan.
Putra teman sekampung papa membuka apotek di daerah Tangerang. Apotek dibuka dengan menyewa ruko. Setelah 2 tahun sewa, sang pemilik hendak menaikan uang sewa dengan alasan inflasi.
Berita tidak baik tentu membuat bingung, karena :
1. Apotek masih rugi
2. Pembayaran sewa tahun kedua saja sudah dengan menggunakan pinjaman bank.
3. Sang putra baru berumah tangga dan tengah menanti kelahiran anak pertamanya.
Siapa pun yang mendengar cerita itu pasti akan memperkirakan hal-hal yang tidak enak.
Siapa tidak menyangka tangan Tuhan bekerja, tepat disebelah ruko yang disewa untuk apotek adalah ruko milik kenalan keluarga tersebut. Dan ruko itu dipinjamkan gratis.
Keluarga ini bukanlah keluarga yang mengenal Tuhan Yesus. Tetapi tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong dan memelihara mereka.
Puji Tuhan.

Sebuah Mimpi dari Tuhan

Suatu malam ketika tidur, aku mendapatkan mimpi yang aneh. Dalam mimpi tersebut tidak ada seorang pun yang aku kenal. Bahkan tempat dalam mimpi tersebut pun tidak aku ketahui. Dalam mimpi tersebut aku ditarik ke masa dahulu.
Masa sebelum ada teknologi canggih seperti telepon genggam, komputer, televisi dan lain sebagainya. Masa sebelum perang salib. Masa sebelum Tuhan Yesus turun menjadi manusia. Ini adalah masa pada kehidupan awal manusia.
Aku melihat sebuah keluarga sederhana. Sang ayah dengan rambut ikal bergelombang mengenakan baju yang terbuat dari kulit domba tengah mengurus ladang. Selain membajak ladang, sang ayah juga mengurus hewan-hewan ternak yang berbentuk seperti kambing namun sebesar sapi peliharaan keluarga tersebut.  Sang ibu dan anak-anak bermain-main didalam rumah sederhana yang terbuat dari jerami. Keluarga kecil itu adalah keluarga yang bahagia.
Kemudian aku seperti dibawa terbang ke atas. Dan baru aku sadari bahwa keluarga kecil itu adalah bagian dari sebuah perkampungan kecil yang damai.
Sayangnya kedamaian tersebut tidak berlangsung lama. Tiba-tiba terdengar bunyi bergemuruh dan langit menjadi gelap gulita. Aku tidak tahu apakah itu. Namun aku melihat seluruh warga perkampungan itu melihat ke langit dan menjadi ketakutan. Bunyi bergemuruh menjadi semakin kuat dan langit menjadi menjadi semakin gelap. Apa pun juga yang menakutkan itu bergerak semakin dekat ke arah perkampungan.
Seisi kampung berlarian ketakutan. Keluarga kecil yang aku lihat sebelumnya juga ikut melarikan diri. Namun mereka tertinggal jauh dibelakang.
Hingga akhirnya kegelapan meliputi mereka.
Aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada mereka.
Dan kemudian aku melihat sang ayah berada dalam sebuah ruangan kosong dengan didampingi seseorang yang berperan sebagai narator.
Aku bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi?”.
Narator menjawab bahwa ia telah diselamatkan.
Lalu aku bertanya apa yang akan terjadi berikutnya.
Dan kemudian ada suara yang menjawab.
“Semua sudah diatur oleh Tuhan. Tidak ada yang tahu rencana-Nya. Hanya dapat mempercayai-Nya.”

Dan kemudian aku terbangun.

Note : Aku tidak tahu apa makna mimpi tersebut. Apakah mimpi itu hanyalah bunga tidur atau sesuatu yang istimewa dari Tuhan penciptaku? Yang pasti mimpi itu aku dapatkan ketika aku tengah tidak yakin dengan produksi ASI untuk anakku.

Teka teki balita

Teka teki ini dibuat oleh keponakan yang belum genap 3 tahun

Kalau gak ada mata, gak ada hidung, gak ada telinga, gak ada mulut. Apa?

Jawab : telur